0 Pendataan Situs, Tim Arkeologi Lakukan Observasi di Wilayah Abdya - Lintas Atjeh

Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Pendataan Situs, Tim Arkeologi Lakukan Observasi di Wilayah Abdya

Share it:
ABDYA - Para pemerhati sejarah dan arkeologi melakukan observasi di Kabupaten Aceh Barat Daya sejak Senin, 4 November sampai 6 November kemarin. Sejumlah tempat sudah dilakukan pengkajian mulai dari rumah Syahbandar Negeri Susoh tahun 1880, komplek pemakaman Uleebalang Negeri Susoh di Mesjid Pusaka dan ditemukan satu buah makam Aceh yang lengkap dengan batu nisan kepala dan badan berukir.

Kemudian penelitian juga dilanjutkan di Gampong Lama Tuha pada lokasi Madat Manyang, Monumen Shew Buntar Quallah Battoo 1824 dan berakhir di Rumah Uleebalang Kuala Bate 1930. 

"Sejauh ini tidak ada upaya ekskavasi untuk situs, hanya kita lakukan pendataan situs dan penggalian informasi. Kedepan, kita lakukan mapping dan zonasi," ungkap Ahmad Ziadi Husaini, S.Hum, Tim Arkeologi dari Banda Aceh, dalam siaran persnya, Kamis (07/11/2019).

Menurut Ketua Tim Observasi, Aris Faisal Djamin, S.H, upaya observasi ini dilakukan untuk menggali kembali sejarah yang sudah hilang di wilayah Aceh Barat Daya. 

"Hari ini di Abdya kan sudah banyak sejarah mulai kabur, padahal di Susoh ini pernah menjadi pusat pelabuhan besar dan dikawal langsung oleh Kesultanan Aceh kala itu. Adapun di Kuala Batu itu fase kedua, pertamanya tetap di Susoh, kita sudah datangi rumah peninggalannya dan data kita lengkap," ungkapnya.

Sementara Ketua Tim Hukum, Sailendra Wangsa, S.H, M.H, juga berpendapat yang sama. Menurutnya selain untuk melakukan kajian sejarah, observasi ini dilakukan juga untuk menjaga situs sejarah supaya tidak rusak. 

"Saya dengar Aceh Barat Daya akan dibuat KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) dan lokasinya di Surin. Kebetulan situs peninggalan perang Aceh dan Amerika 1832 banyak terdapat di wilayah tersebut, saya khawatir hal yang sama akan terjadi seperti kasus IPAL di Gampong Pande Banda Aceh. Maka kedepannya harus dilakukan kajian, mapping dan zonasi supaya pembangunan tidak mengenai situs atau rusak," tutupnya.[*/Red]
Share it:

news

Post A Comment: