-->

Peusaba: Kawasan Situs Sultan Sayyid Jamalul Alam Harus Dibersihkan dari Bangunan dan Toilet

01 Desember, 2019, 16.30 WIB Last Updated 2019-12-01T09:30:14Z
BANDA ACEH - Ketua Peusaba Aceh meminta Pemerintah Banda Aceh untuk menjaga dan menata kembali kawasan Situs Makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail. Untuk itu, maka bangunan-bangunan dan toilet di sekitar makam harus dirobohkan dan diratakan. Langkah ini untuk menjadikan kawasan Situs Makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul sebagai kawasan cagar budaya sejarah mengingat jasa-jasa besar Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail untuk Aceh dan Dunia Melayu serta Asia Tenggara.

Ketua Peusaba juga meminta agar setelah dirobohkan maka seluruh kawasan Kompleks Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail dikembalikan sebagai asalnya sebagai Taman Sayidi Jeumaloy. Pada masa lalu kawasan Poteu Jeumaloy adalah kawasan ziarah yang terkenal di Aceh. Apalagi ada taman yang dikenal nama lampoh Poteu Jeumaloy. 

Maka Peusaba meminta kawasan Makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail dikembalikan sebagaimana asalnya yang merupakan bagian penting dari kampanye menjadikan kawasan Banda Aceh sebagai kawasan Situs Wisata Islam di Asia Tenggara. 

"Karena banyak sekali sejarah besar Aceh terdapat di Banda Aceh namun tidak terdapat di negeri lain. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawan," sebut Mawardi.

Pada bulan Maulid yang mulia bulan kelahiran Rasulullah SAW, lanjut dia, maka selayaknyalah kita semua juga memuliakan Makam Keturunan Rasulullah SAW Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail yang pada masa lalu aktif mengirimkan para pendakwah ke seluruh Kawasan Asia Tenggara untuk menyebarkan Islam. 

"Maka sudah kewajiban kita semua untuk menjaga makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail," tandas Mawardi Usman, Minggu (30/11/2019).[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini