Iklan

Darud Donya Bersama Keluarga Besar Sultan Jamalullail Berziarah ke Taman Poteu Jeumaloy

14 Januari, 2020, 05.54 WIB Last Updated 2020-01-13T22:54:09Z
BANDA ACEH - Keluarga Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail bersama keluarga besar Habaib Aceh berziarah ke Taman Poteu Jeumaloy, yaitu situs cagar budaya makam Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail pada Ahad (12/01/2020). Puluhan orang keluarga sampai anak-anak terlihat hadir berziarah.

Dalam rilisnya, Selasa (14/01/2020), Ketua Darud Donya, Cut Putri menyampaikan bahwa Keluarga Besar Sultan Jamalullail sedang berkumpul di Banda Aceh, termasuk keluarga dari luar Banda Aceh, Jakarta, Singapore, Malaysia, dll. 

"Maka kita sekeluarga memanfaatkan momen ini untuk bersilaturrahim dan berziarah ke Makam Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail," terang Cut Putri.

Ziarah dan do'a dilaksanakan dalam suasana penuh haru, karena kawasan Makam Sultan besar Aceh, yang merupakan cucu dan keturunan langsung dari Rasulullah SAW, yang areanya sebelumnya cukup luas itu, kini dipenuhi dengan bangunan-bangunan toko, kedai bakso, rumah-rumah warga, dll sehingga makam sekarang hampir musnah terjepit bangunan.

Parahnya lagi, Makam Ayahanda Sultan Jamalul Alam yaitu Sultan Badrul Alam juga Makam Kakek Sultan Jamalul Alam, kini telah hilang di semen di bawah lantai dapur kedai bakso yang berjualan di Makam Sultan. Bahkan diatas Makam Cucu Rasulullah SAW itu diletakkan tungku pembakaran untuk memasak bakso. Sudah bertahun-tahun Keluarga Sultan berusaha mengingatkan baik-baik, namun tidak diindahkan.

Salah satu keluarga Sultan Sayed Jamalullail, Sayed Mukarram Jamalullail mengatakan, sangat prihatin melihat kondisi makam. Padahal itu adalah makam pejuang, pahlawan, yang sangat taat serta alim dan juga sangat dihormati. Diharapkan pemerintah dapat memugar kembali  situs makam tersebut agar terjaga kelestariannya.

Hal serupa juga disampaikan oleh DR. Drs. Sayed Fadhil Jamalullail, SH, M.Hum, salah satu keluarga Sultan Sayed Jamalullail yang ikut hadir berziarah. Menurutnya, tempat bersejarah ini mestinya mendapat perhatian dari pemerintah karena juga dapat dijadikan destinasi wisata religi sejarah yang menjadi kebanggaan dan bukti kebesaran Islam di Aceh.

Pada Tahun 2013 DPRK Banda Aceh menyampaikan lima rekomendasi kepada Pemko Banda Aceh. Salah satunya yaitu DPRK meminta Walikota Banda Aceh supaya menertibkan Bakso Hendra Hendri karena di samping toko tersebut ada akses jalan ke Makam Raja-raja yang merupakan cagar budaya.

Selama Tahun 2015, Warung Bakso Hendra Hendri sudah beberapa kali ditertibkan oleh Pemko Banda Aceh. Namun tak lama setelah ditertibkan, penjual bakso membangun kembali atap kanopi permanen di akses masuk cagar budaya Makam Sultan, dan tetap berjualan lagi di tempat itu sampai sekarang. Seakan tak peduli dengan penertiban Pemko Banda Aceh yang sudah berulang kali.

Kemudian tepat di tanggal 12 Rabi'ul Awwal 1441 H yaitu Hari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 09 Nopember 2019 lalu, dapur Warung Bakso Hendra Hendri di atas makam cucu Rasulullah SAW itu dilanda kebakaran hebat. Dalam peristiwa kebakaran yang cukup membuat panik warga di wilayah padat pertokoan Jalan Moh. Jam Banda Aceh itu. Dapur dua lantai itu pun hangus terbakar habis tak bersisa.

Namun hanya dalam beberapa hari kemudian dapur langsung dibangun kembali dengan atap permanen, dan diatas Makam Sultan Aceh cucu Rasulullah SAW tetap dipakai sebagai tempat meletakkan tungku pembakaran untuk memasak bakso.

Cut Putri Ketua Darud Donya berharap, agar kali ini Walikota Banda Aceh benar-benar serius dan tegas dalam menuntaskan permasalahan di kawasan Taman Poteu Jeumaloy.

Juga agar Makam Sultan Sayed Badrul Alam Jamalullail dan ayahandanya, Sayed Syarief Ibrahim Jamalullail yang sekarang makamnya sudah hilang di semen di bawah lantai dapur Kedai Bakso Hendra Hendri, dapat dibebaskan, dipulihkan kembali dan diletakkan kembali batu nisan, serta dipugar kembali.

Cut Putri meminta Walikota Banda Aceh agar berani untuk segera bertindak menertibkan dan membebaskan kembali Taman Poteu Jeumaloy.

"Ini sebagai penghormatan kepada zuriyyat keturunan Rasullullah Muhammad SAW yang menjadi Sultan Aceh, yaitu ulama yang terkenal sangat alim dan berjasa besar dalam menyebarkan Islam di Aceh sampai Asia Tenggara," harapnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini