-->

Iklan

Peusaba: Jangan Sampai Aceh Bernasib Sama dengan Uighur

06 Januari, 2020, 00.01 WIB Last Updated 2020-01-05T17:01:51Z
BANDA ACEH - Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman meminta rakyat Aceh belajar dengan baik dengan kejadian yang menimpa Turkistan Timur atau Uighur. Padahal pada masa lalu negeri-negeri Turkistan adalah negeri Islam yang besar, bahkan banyak Pangeran Turkistan yang menjadi Raja-raja atau Gubernur Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad. 

Konon bahkan Sultan Johan Syah Seljuq 'Sang Pendiri' Kesultanan Aceh Darussalam yang memerintah di Gampong Pande asalnya dari Baghdad, keturunan Seljuq Turkistan. Sayang kompleks Istana dan kawasan Pemakaman Sultan Johan Syah Seljuqi Turkistani  sekarang menjadi kawasan IPAL dan pembuangan sampah di kawasan Gampong Pande.

Hal yang sama juga menimpa Negeri Turkistan (Uighur) yang hari ini teraniaya dan terdzalimi hingga makam-makam Raja dan ulama bersejarah Uighur dimusnahkan tanpa bekas oleh Pemerintah Komunis Cina. 

Betapa banyak makam Raja-raja dan pembesar serta ulama Turkistan dimusnahkan oleh mereka sedangkan dunia hanya berdiam diri. Padahal dulu negeri itu penuh dengan peradaban Islam. 

Peusaba mengingatkan hal yang sama sedang terjadi di Aceh Darussalam, yang mana sekarang situs sejarah Aceh banyak yang musnah seperti kawasan Taman Poteu Jeumaloy tempat peristirahatan terakhir Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail dan juga kawasan Gampong Pande dll. Sedangkan pemerintah dan banyak pihak hanya berdiam diri. 

Peusaba mengingatkan bahwa tanpa sejarah sebuah bangsa tidak bisa disebut bangsa. Bagaimana kita semua bangga dengan sejarah besar Aceh namun kita sengaja membiarkan pemusnahan sejarah Aceh, dengan hilangnya makam Para Raja-Raja para ulama dan para umara yang sangat berjasa dalam penyebar Islam di Asia Tenggara.

"Karena itu Peusaba mengajak seluruh rakyat Aceh dan dunia Melayu bersatu padu menyelamatkan Makam Raja dan Ulama zaman dahulu kala. Bukan hanya untuk generasi kini namun untuk generasi yang akan datang bahwa sejarah besar Aceh dan dunia Melayu akan terus berlanjut hingga akhir zaman," tutup Mawardi, Ahad (05/01/2020).[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini