Iklan

Kembalinya dari Kegiatan Bimtek di Bandung, Ratusan Datok Penghulu Diminta Untuk Dikarantina

20 Maret, 2020, 07.59 WIB Last Updated 2020-03-20T01:04:03Z
LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Warga Aceh Tamiang meminta kepada  pemkab setempat melalui Dinas Kesehatan agar kembalinya ratusan Datok Penghulu (Kepala Desa) yang mengikuti kegiatan bimtek di Bandung, Jawa Barat harusm dikarantina.

"Karantina terhadap para datok yang kembali dari kegiatan Bimtek di Bandung sangatlah  penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang sedang mewabah di belahan dunia saat ini," kata salah seorang tokoh pemuda Aceh Tamiang, M. Wahyuddin, kepada LintasAtjeh.com, Kamis (19/03/2020).

Lanjut Wahyu, terhitung Minggu 15 Maret 2020, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah merilis tujuh warga di sana telah positif terjangkit virus mematikan yang bernama Corona. Salah daerah yang marak mewabah virus tersebut, yakni di Kota Bandung.

Wahyu turut menjelaskan, adapun para datok yang telah berangkat untuk mengikuti kegiatan hambur-hambur uang negara ke Bandung tersebut yakni, dari Kecamatan Manyak Payed 75 orang, Kota Kualasimpang 12 orang, Karang Baru 63 orang, Sekerak sekitar 29 orang dan dari Kecamatan Tenggulun 11 orang. 

"Para datok dalam lima kecamatan itu merupakan mereka yang berangkat dalam gelombang ke-dua. Ada tiga gelombang keberangkatan, dan yang ke-tiga kabarnya telah ditunda," terang Wahyu yang merupakan mantan Presiden Mahasiswa IAIN Langsa. 

Hal Senada juga disampaikan oleh mantan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Aceh Tamiang, Gusmawan Amir. Menurutnya, sepulang dari Bandung nanti para Datok harus langsung dikarantina selama 14 hari. 

Menurut Gusmawan, proses karantina itu sangat penting dilakukan untuk menghilangkan rasa kekhawatiran masyarakat Aceh Tamiang, khususnya keluarga para datok itu sendiri.

Bahkan Gusmawan mempertanyakan, kenapa kegiatan bimtek harus dilaksanakan di Jawa Barat, Bandung, jika di daerah Aceh Tamiang lebih efektif dan bisa mengirit biaya.

"Bila kegiatan bimtek dilaksanakan di Aceh Tamiang, maka biaya Rp 10 juta per-orang yang dialokasi dari ADD kan bisa berputar di daerah sendiri," kata Gusmawan. 

Gusmawan menaruh harapan kepada para datok yang telah ikut bimtek agar ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk pembangunan desa, sehingga seluruh desa di Aceh Tamiang lebih maju dan sejahtera. 

"Jangan sampai pulang dari bimtek tidak tahu apa-apa, sebab ikut bimtek hanya gara-gara rasa takut yang membelenggu kepada pihak terkait," pungkas Gusmawan. [ZF]


Komentar

Tampilkan

Terkini