-->

Iklan

Pak Bupati Gayo Lues, Tolong Dengar Keluhan Mahasiswa Asal Kampung Air Panas

05 April, 2020, 12.04 WIB Last Updated 2020-04-05T05:04:22Z
LINTAS ATJEH | GAYO LUES - Kurangnya akses jaringan internet di Kecamatan Putri Betung khususnya Desa Air Panas dan kampung sekitarnya menjadi salah satu kendala bagi mahasiswa yang sedang menjalani kuliah online imbas dari penyebaran Covid-19 saat ini.

Karena jaringan internet merupakan jaringan yang menghubungkan sesama manusia untuk berinteraksi salah satu contohnya dengan menggunakan sarana sosial media. Banyaknya kegunaan internet ini, terutama bagi seluruh manusia termasuk mahasiswanya untuk mencari bahan dan data yang diperlukan dalam perkuliahan.

Bukan hanya mahasiswa saja yang memerlukan jaringan internet, orang-orang kantoran juga sangat memerlukan untuk mencari tahu berita berita yang sedang terjadi di luar sana. Orang kantoran juga melakukan pekerjaan dengan cara online atau menggunakan jaringan internet untuk mengirim data.

Apalagi ini masanya darurat Covid-19, jadi internet sangat diperlukan mahasiswa dan orang kantoran untuk menghubungkan mahasiswa dan dosen atau belajar secara online.

"Di daerah saya sendiri, di Gayo Lues, jaringan internet tidak bisa kita nikmati di seluruh perkampungan. Mungkin bisa, tapi tidak di setiap titik bisa dinikmati seperti kota-kota lainnya," ungkap Muslim Arpan, Mahasiswa FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh kepada redaksi, Minggu (05/04/2020).

Dikatakannya, di kampungnya, di Air Panas, Kecamatan Putri Betung, jaringan ini bisa dinikmati hanya di beberapa tempat saja. Tidak bisa kita nikmati sambil golek-golek (tiduran) sebagaimana di kota lainnya. Tidak sedikit mahasiswa yang ada di kawasan Air Panas ini yang harus belajar secara online.

"Jika jaringan internet mati apa yang bisa kami lakukan. Ini adalah suatu kendala bagi mahasiswa yang tinggal di perkampungan Air Panas ini dan kampung sekitarnya. Terkadang kami malam-malam seharusnya duduk santai di rumah di depan laptop, tapi tidak bisa kami nikmati seperti itu karena kami harus pergi keluar untuk mencari jaringan internet ke tempat-tempat yang gelap dan tidak ada perumahan di sekitarnya," keluhnya.

Terkadang, imbuh dia, kami harus hilangkan rasa takut sendirian di pinggir jalan di tempat yang sepi agar kami mendapatkan jaringan internet untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah dan mencari bahan bahan kuliah.

"Harapan kami kepada Bapak Bupati Gayo Lues serta Dinas Komunikasi dan Informatika agar mempertimbangkan keluhan kami dari mahasiswa Kampung Air Panas, Kecamatan Putri Betung dan kampung sekitarnya," pinta Muslim Arpan.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini