Iklan

Geger! Bendera Merah Putih Bergambar Palu Arit Berkibar di Unhas

26 Mei, 2020, 20.17 WIB Last Updated 2020-05-26T13:24:57Z
LINTAS ATJEH | MAKASSAR - Ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan menganggap ditemukannya bendera merah putih bergambar palu arit di tengahnya di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar sebagai bentuk penghinaan. Aparat diminta mengusut tuntas.

Ketua BMI Sulsel, Muhammad Zulkifli, menegaskan hal itu tidak boleh dibiarkan, dan pelakunya harus ditangkap. Sebab, bendera ini menghina Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pihak kampus Unhas harus melaporkan secara resmi kepada kepolisian, karena itu tidak bisa dibiarkan dan dianggap sebagai bahan candaan dan sejenisnya. Itu adalah penghinaan dan pelecehan terhadap simbol negara kita," ujar Zulkifli, Selasa, 26 Mei 2020.

Zulkifli menyebut, muncul kejadian itu menandakan kampus jadi salah satu sumber dan sasaran empuk perkembangan paham komunis. Kampus juga dinilai sebagai tempat bersemainya pemahaman cinta negara harus bertindak cepat mengusut dan menghukum apabila ada mahasiswa yang terlibat.

"Kita berharap pihak Unhas bisa kooperatif membantu aparat untuk menuntaskan masalah ini, karena ini harus menjadi pelajaran kepada seluruh kampus supaya lebih berhati-hati pada kajian mahasiswa yang diduga bisa menyebarkan dan mengembangkan paham komunis, marxis dan lenimisme di Indonesia, terutama di Makassar," jelas Zulkifli.

Pun, dikonfirmasi terpisah, Wali Rektor III Unhas Makassar, Profesor Arsunan Arsin, membenarkan soal insiden bendera merah putih bergambar palu arit itu.

Dia menyebut, bendera itu ditemukan pada 12 April 2020, saat agenda patroli rutin satpam ke semua fakultas. Saat itu, didapati kain yang menyerupai bendera merah putih yang di tengahnya terdapat logo palu arit.

"Saya ke lokasi dan minta kain yang tergantung tersebut diturunkan. Setelah itu, pihak Satpam menyerahkan kain tersebut ke pihak kepolisian, Polsek Tamalanrea, dan informasinya masih dalam pengembangan pihak kepolisian," ujar Arsunan.

Sementara, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, sendiri memastikan bahwa laporannya belum masuk.[Viva News]
Komentar

Tampilkan

Terkini