-->

Iklan

HUDA Langsa Desak Pemerintah Blokir Aplikasi "Kitab Suci Aceh" 

30 Mei, 2020, 14.15 WIB Last Updated 2020-05-30T07:15:57Z
LINTAS ATJEH | LANGSA - Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kota Langsa mendesak Pemerintah Aceh untuk menutup, blokir atau menggantikan nama pada layanan aplikasi Playstore dengan judul, "Kitab Suci Aceh. 

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPW HUDA Kota Langsa Tgk. Murdani Muhammad kepada sejumlah awak media di Dayah Futuhul Mu’arif Al-Aziziyah Gampong Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, Sabtu (30/05/2020). 

"Sebagaimana kita ketahui bersama, mayoritas masyarkat Aceh adalah beragama Islam dan Al-Quran adalah kitab sucinya. Bila di aplikasi Playstore terdapat aplikasi "Kitab Suci Aceh", namun isinya bukan Al-Quran, melainkan kitab suci lain," ungkap Tgk Murdani yang juga merupakan Pimpinan Dayah Futuhul Mu’arif Al-Aziziyah. 

Hal ini dikhawatirkan akan membuat keresahan di kalangan masyarakat Aceh. Menurutnya, ini perlu dilakukan agar tidak tersebar dan tidak menyesatkan dan menimbulkan keresahan. Jika ingin membuat aplikasi tersebut tidak mencantumkan judul dengan nama, "Kitab Suci Aceh", mungkin tidak masalah. Berikan saja dengan nama lain seperti, Kitab Taurat Zabur Injil terjemahan Bahasa Aceh.

"Penamaan Kitab Suci Aceh sangat tidak pantas, karena bertolak belakang dengan kesan Aceh. Dimana Aceh diberikan keistimewaan oleh Pemerintah Pusat dengan Daerah Syariat Islam," jelas Tgk Murdani. 

Dia menyebutkan, aplikasi ini juga memberikan informasi yang dinilai tidak pantas, karena mayoritas masyarakat Aceh 99% beragama Islam," ketusnya. 

"Kita masyarakat khususnya Aceh agar tidak mendownload aplikasi tersebut. Ia juga berpesan agar berhati-hati dalam menggunakan media elektronik, jangan sampai merusak aqidah," pungkasnya.[SM]
Komentar

Tampilkan

Terkini