-->

Iklan

Innalillahi Raji'un, Satu Pengungsi Rohingya Meninggal Dunia di Aceh

11 September, 2020, 08.04 WIB Last Updated 2020-09-11T01:04:39Z
LINTAS ATJEH | LHOKSEUMAWE - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Satu pengungsi Rohingya di Aceh tutup usia pada Selasa (08/09/2020).

Dikutip dari laman facebook MRI Sumatera Utara, Jum'at (11/09/2020), Nur Khalimah Rahimahullah (21) adalah satu dari nyaris 300 etnis Rohingya yang berhasil mencapai daratan Lhokseumawe pada Senin (07/09/2020), dini hari lalu.

Qadarullah, hanya sehari berselang, nyawanya tak bisa diselamatkan. Sempat mendapatkan pertolongan medis karena sesak napas, ia meninggal dunia di kamp pengungsian gedung BLK Meunasah Mee, Lhokseumawe sekitar pukul 18.30 WIB.

Jasad Nur Khalimah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia, dan kemudian dikebumikan Rabu pagi (09/09/2020) ini. Ia sebelumnya telah dinyatakan negatif Covid-19.

Lihat foto:






Suasana pilu nampak menyelimuti prosesi pemakaman di Desa Kutablang, Lhokseumawe. Tampak keluarga dan kerabat Nur Khalimah sesama etnis Rohingya tak bisa membendung tangis kesedihan.

Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiiha wa'fuanha. Semoga Allah 'Azza wa Jalla mengangkat segala penderitaannya, yang telah terzalimi sepanjang usia, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

Akan tetapi, tahukah Sahabat? Nur Khalimah bukanlah satu-satunya etnis Rohingya yang wafat akibat terlunta di samudra lepas.

Berdasarkan laporan UNHCR, kapal yang terdampar di Aceh kali ini telah terkatung-katung sejak bulan Februari 2020 dari Cox's Bazar. Jumlah penumpang pun awalnya diperkirakan mencapai 330 jiwa.

Bayangkan, lebih dari 6 bulan mereka dalam pelarian, dan sangat mungkin ada lebih dari 30 jiwa meregang nyawa di tengah lautan.

Penderitaan yang dialami saudara-saudara Rohingya kita sudah terlampau besar. Mari Sahabat, ikhtiarkan yang terbaik bersama-sama. Ringankan duka mereka lewat cara apapun yang kita mampu.[ACT/MRI Sumatera Utara]
Komentar

Tampilkan

Terkini