-->

Iklan

Dinkes Aceh Tamiang Selenggarakan Rapat Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Terintegrasi

15 Desember, 2020, 16.26 WIB Last Updated 2020-12-15T09:27:17Z

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang menyelengarakan dua kegiatan sekaligus yaitu Rapat Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Terintegrasi serta Penyerahan Sertifikat ODF (Open Defection Free) bertempat di Aula Dinkes, Selasa (15/12/2020).


Acara yang bertajuk peningkatan kualitas kesehatan ini, memiliki aspek yang saling berkaitan. Yang mana stunting berhubungan dengan kurangnya pemenuhan asupan gizi pada bayi yang mengakibatkan kesehatan pada pertumbuhannya terganggu, sementara ODF bersinggungan dengan kesehatan lingkungan. 

Dalam sambutan dan arahannya, Wakil Bupati Aceh Tamiang HT. Insyafuddin, ST, menyampaikan kontribusi penyehatan lingkungan terhadap pengentasan masalah stunting sangat besar dan berdampak.

Kedua aspek yaitu kesehatan anak dan kesehatan lingkungan antara satu dengan yang lainnya saling mendukung. Semisal disatu keluarga tidak memiliki jamban yang layak dan sehat, dan mereka tidak menerapkan prilaku hidup sehat dan masih dalam satu keluarga itu ada juga bayi. 
"Pengaruh dari pola hidup tidak sehat dan bersih tadi semisal mereka membuang kotoran sembarangan, pasti menyebabkan lingkungan yang tidak sehat. Pengaruh tersebut akan berdampak langsung terhadap si Bayi," ujar Wabup.

Kurangnya resiko stunting dan tercapainya sarana dan prasarana dalam menyediakan Sanitasi adalah harapan kita bersama. Untuk mewujudkan itu semua, lanjut Wabup penerapan pola hidup bersih dan sehat harus diterapkan sampai ke lapisan masyarakat terbawah.

"Bukankah kebersihan sebagian dari Iman, sementara Islam, Iman dan Ihsan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan?" tuturnya.

"Kebersihan itu berguna untuk menyempurnakan ibadah, Kalau sudah bersih, tentu sehat akan mendukung," sambung Wabup lagi.
Sebelum Wabup mengakhiri sambutannya, beliau berharap melalui kegiatan ini agar kiranya ibu hamil dan anak tidak lagi mengalami kekurangan gizi sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya stunting dan tercapainya sarana dan prasarana sanitasi dan pemukiman yang layak bagi masyarakat yang ada di Bumi Muda Sedia.

Dalam kesempatan itu juga, Wakil Bupati Aceh Tamiang didampingi Kepala Bappeda menyerahkan secara simbolis sertifikat ODF (Open Defecation Free) kepada para Datok Penghulu yang telah berhasil menerapkan gerakan Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) diwilayahnya. Dalam penyerahan ini, ada 28 (dua puluh delapan) kampung dalam 4 (empat) kecamatan yang menerima setifikat tersebut.

Sebelum acara penyerahan sertifikat ini, didahului dengan deklarasi desa yang dibacakan oleh Wabup diikuti oleh para Datok. Deklarasi Desa itu berisikan tentang komitmen perangkat kampung untuk mengedukasi masyarakat untuk 'Stop Babs!!'.

Turut hadir dalam acara para Kepala OPD, Perwakilan dari TP-PKK Kabupaten, Para Camat, Para Datok Penghulu, para Kepala Puskesmas, Insan Pers dan tamu undangan yang berhadir. [*/Red]

Komentar

Tampilkan

Terkini