-->

India Tak Sanggup Vaksinasi 1,35 Miliar Rakyatnya

17 Januari, 2021, 06.52 WIB Last Updated 2021-01-16T23:52:38Z

Perdana Menteri India Narendra Modi /Twitter.com/@narendramodi


LINTAS ATJEH | JAKARTA - Perdana Menteri India Narendra Modi resmi menyatakan akan melakukan vaksinasi terhadap rakyatnya.


Namun, penduduk India yang berjumlah 1,35 miliar jiwa-terbanyak kedua di dunia setelah China, sehingga pemerintahannya tidak akan sanggup memberikan vaksin Covid-19 untuk orang sebanyak itu.


Sehubungan dengan hal tersebut, Modi memutuskan untuk saat ini India hanya akan memvaksin seperempat rakyat India yaitu di angka 300 juta orang.


Keputusan Pemerintah India Hanya Memberi Vaksin Covid-19 ke 300 Juta Orang Karena Tak Sanggup Vaksinasi Seluruh Rakyat


"Ini menjadi program vaksinasi terbesar di dunia yang mencakup seluruh wilayah negara," ungkap Modi pernyataan resmi yang dikutip Reuters pada Sabtu 16 Januari 2021.


Berbeda dengan di banyak negara, Modi sendiri sebagai pemimpin India tidak mendapatkan vaksin tahap awal karena India memprioritaskan perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya di garis depan.


India menyediakan 3.006 pusat vaksin Covid-19 di seluruh India. Vaksin pertama akan diberikan kepada 100 orang tenaga kesehatan.


Di setiap pusat vaksinasi tersebut. Sehingga sekira tiga juta suntikan vaksin akan habis di hari pertama. Vaksin Covid-19 di India tidak menggunakan produk SinoVac yang dibeli oleh Indonesia dari China.


Pemerintahan Modi menggunakan dua jenis vaksin, yaitu, vaksin Universitas Oxford/AstraZeneca asal Inggris dan vaksin ciptaan laboratorium India, Bharat Biotech.


Apabila vaksin Universitas Oxford/AstraZeneca memiliki efektivitas 72 persen, vaksin Bharat Biotech belum memiliki kejelasan efektivitasnya.


Namun 300 juta orang penerima vaksin tahap pertama tidak bisa memilih vaksin mana yang akan mereka terima, demikian liput Reuters.


Dari 300 juta penerima vaksin, 30 juta tenaga kesehatan dan pekerja garis depan lainnya seperti petugas kebersihan dan keamanan akan. 270 juta warga India berusia di atas 50 tahun maupun yang dianggap berisiko tinggi karena kondisi medis akan divaksin tahap pertama.[semarangku]

Komentar

Tampilkan

Terkini