-->

Iklan

Ini Proses Konversi Energi Pada PLTU Menjadi Energi Listrik

13 Januari, 2021, 22.39 WIB Last Updated 2021-01-13T15:39:41Z

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) merupakan mesin konversi energi yang mengubah energi kimia dalam bahan bakar menjadi energi listrik. Proses konversi energi pada PLTU berlangsung melalui 3 tahapan, yaitu, pertama, energi kimia dalam bahan bakar diubah menjadi energi panas dalam bentuk uap bertekanan dan temperatur tinggi. Kedua, energi panas (uap) diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran dan ketiga, energi mekanik diubah menjadi energi listrik.


PLTU adalah suatu pusat pembangkit tenaga listrik yang menggunakan turbin uap sebagai penggerak mulanya atau dengan kata lain menggunakan energi uap untuk memutar turbin, dengan kapasitas daya terpasang 2x200MW. PLTU menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasikan secara tertutup. Siklus tertutup artinya menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang.


Adapun urutan sirkulasinya secara singkat sebagai berikut, pertama, air diisikan ke boiler hingga mengisi penuh seluruh luas permukaan pemindah panas. Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan bakar dengan udara sehingga berubah menjadi uap. Kedua, uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran.


Ketiga, generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energi listrik  sebagai hasil dari perputaran medan magnet dalam kumparan, sehingga ketika turbin berputar dihasilkan energi listrik dari terminal output generator. Kemudian keempat, uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air pendingin agar berubah kembali menjadi air yang disebut air kondensat. Air kondensat hasil kondensasi uap kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi boiler. Demikian siklus ini berlangsung terus menerus dan berulang-ulang.


Sedangkan komponen PLTU pada siklus bahan bakar, yakni pertama, muatan batubara dipindahkan dari kapal tongkang menuju coal yard yaitu menggunakan Ship Unloader. Jenis Ship Unloader yang digunakan pada PLTU pangkalan susu yaitu Chain Bucket Ship Unloader yang memiliki kapasitas 600 ton/jam dan memiliki 2 unit. Terletak di jetty (pelabuhan). Dari Ship Unloader, selanjutnya batubara menuju ke STRE (Stacking and Reclaimer) yaitu alat yang berfungsi sebagai pemindahan bahan bakar batubara dari Ship Unloader menuju ke Coal Yard (Stacking) dan mengambil kembali (Reclaimer) yaitu memindahkan kembali dari coal yard menuju coal bunker. Sebelum menuju ke coal bunker, batu bara melewati tahap penghancuran (crusher)  yaitu tempat penghancuran batubara yang berukuran besar menjadi berukuran lebih kecil agar mudah disimpan didalam coal bunker agar lebih mudah dihaluskan pada tahap selanjutnya.


Kemudian batubara yang telah dihancurkan oleh crusher dipindahkan menuju tempat penyimpanan batubara yaitu Coal Bunker menggunakan conveyor menuju ketahap selanjutnya yaitu tahap penghalusan. Pada PLTU Pangkalan Susu setiap pembangkit terdiri dari 5 unit Coal Bunker yang masing-masing berkapasitas 5000 ton. Selanjutnya masuk ke Coal  Feeder yaitu berfungsi sebagai mengatur jumlah batubara yang keluar dari coal Bunker menuju ke tahap selanjutnya yaitu tahap penghalusan. Letaknya persis di bawah Coal Bunker, jumlahnya ada 5 unit untuk PLTU Pangkalan Susu. Setiap satu unit Coal Feeder melayani 1 Coalbunker. Kapasitas unitnya yaitu 50 ton/jam.


Selanjutnya batubara dihaluskan sebelum menuju ke ruang pembakaran menggunakan Coal Mill. Hal ini dilakukan agar memudahkan proses pembakaran dan menghasilkan panas yang efektif. Pada Coal mill batubara dihaluskan sampai 200 mess.


Penulis: Hasnan Husein (Mahasiswa Jurusan Elektro Universitas Malikussaleh)

Komentar

Tampilkan

Terkini