-->

Iklan

Jalan Menuju Kuala Peunaga Bak Kanji Rumbi, Anggota DPRA 'Nora Idah Nita' Terjun ke Lokasi

14 Januari, 2021, 06.27 WIB Last Updated 2021-01-14T01:17:16Z

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Masyarakat Kampung Kuala Penaga (Alue Nireh), Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, mengeluhkan jalan menuju kampung mereka karena kondisinya rusak parah. bahkan di musim penghujan seperti saat ini ruas jalan akan tergenang banjir dan dipenuhi lumpur bak kanji rumbi.


Masyarakat yang melintas di ruas jalan itu, ketika musim kemarau harus bergelut dengan debu, dan apabila musim hujan tiba, mereka akan bertempur dengan lumpur.

Dikabarkan, Selasa (12/01/2021) kemarin, Anggota DPRA Dapil VII (Langsa-Aceh Tamiang) Nora Idah Nita, SE, bersama Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Muhammad Nur, berkunjung dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi jalan rusak tersebut.

Anggota DPRA yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Aceh Tamiang Nora Idah Nita, saat dikonfirmasi LintasAtjeh.com, Rabu (13/01/2021), membenarkan bahwa kemarin, Ia bersama Muhammad Nur melakukan kunjungan ke Kampung Kuala Penaga. 

"Ya benar, kemarin saya bersama Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Pak M. Nur berkunjung dan meninjau ruas jalan menuju Kampung Kuala Penaga yang saat ini kondisinya rusak parah," ungkap Nora.
Ia menyampaikan bahwa kunjungan mereka kemarin karena disebabkan adanya keluhan masyarakat agar jalan rusak menuju Kampung Kuala Penaga mendapatkan perhatian untuk segera diperbaiki.

Kata Nora, dirinya bersama Muhammad Nur sudah melihat langsung kondisi jalan itu dan sudah seharusnya mendapat perhatian dari pemerintah daerah agar dilakukannya perbaikan. 

"Sudah seharusnya jalan menuju Kampung Kuala Penaga mendapat perhatian dari pemerintah daerah agar dilakukannya perbaikan. Jalan itu merupakan salah satu akses bagi masyarakat melakukan aktifitas sehari-hari, namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan," terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Muhammad Nur, ketika dikonfirmasi juga menyampaikan hal yang sama, yakni kunjungan mereka kemarin karena adanya keluhan masyarakat agar jalan rusak menuju kampung Kampung Kuala Penaga mendapatkan perhatian untuk perbaikan.

Kata Muhammad Nur, kunjungan dirinya bersama Nora selaku Anggota DPRA yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Aceh Tamiang kemarin, turut didampingi oleh Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Kecamatan Bendahara, Adlansyah dan para pengurus DPC lainnya.
"Setelah kami melihat langsung kemarin, jalan masuk menuju Kampung Kuala Penaga kondisinya rusak parah. Bahkan jika musim hujan seperti sekarang ini ruas jalan dipenuhi lubang serta lumpur," jelas politisi Partai Demokrat tersebut. 

Lanjutnya lagi, jika kondisi jalan dipenuhi lumpur seperti sekarang ini, maka sangatlah menganggu aktifitas masyarakat, terutama jika ada masyarakat yang sakit sehingga akan kesulitan untuk membawa ke Puskesmas, ataupun ke rumah sakit

Ia menambahkan, kondisi yang memprihatinkan ini juga dirasakan oleh anak-anak sekolah yang setiap harinya harus melintasi ruas jalan yang berlumpur di saat musim penghujan dan berdebu ketika kemarau. Jarak sekolah mereka lumayan jauh di kampung lainnya.

"Kita merasa prihatin atas kondisi jalan yang rusak parah seperti itu, apalagi kita ketahui bersama bahwa Kampung Kuala Peunaga berada di pelosok wilayah pesisir Kecamatan Bendahara," ungkap Muhammad Nur.

Terkait keluhan tentang kondisi jalan rusak yang disampaikan masyarakat saat dirinya bersama anggota DPRA, Nora Idah Nita berkunjung ke Kampung Kuala Penaga, pada Selasa (12/01/2021) kemarin, Muhammad Nur menyampaikan bahwa, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Aceh Tamiang untuk mencari solusi agar badan jalan menuju Kampung Kuala Penaga dapat diperbaiki.
Kemudian, terangnya lagi, akan berupaya menyampaikan himbauan kepada sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang melintas atau menggunakan badan jalan di kawasan tersebut agar bertanggungjawab melakukan perawatan jalan.

"Berdasarkan keterangan dari masyarakat, rusaknya badan jalan di kawasan tersebut akibat dilalui oleh kendaraan perkebunan kelapa sawit," sebut Muhammad Nur.

"Himbauan juga disampaikan kepada masyarakat, jika nantinya telah dilakukan perbaikan, maka harus sama-sama menjaga dan merawat jalan tersebut, terlebih badan jalannya masih berkonstruksi bebatuan dan belum teraspal," demikian kata Muhammad Nur.

"Artinya, sering bergotong royong jika ada titik badan jalan tergenang air dan juga berlubang. Sebelum kerusakannya bertambah parah, maka sebaiknya masyarakat dapat memperbaiki jalan tersebut secara swadaya," tutupnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini