-->

Iklan

Ketua DPRK 'Suprianto' Hadiri Pelantikan Pengurus HUDA Kabupaten Aceh Tamiang Periode 2020-2025

13 Januari, 2021, 06.09 WIB Last Updated 2021-01-13T02:00:01Z

Ketua DPRK Atam, Suprianto, ST, saat menghadiri acara pelantikan pengurus HUDA Atam di Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah
 
LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Suprianto, ST, menghadiri acara pelantikan pengurus Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Aceh Tamiang periode 2020 -2025, Selasa (12/01/2021).

Prosesi pelantikan yang berlangsung di Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah, Kampung Alue Ie Puteh, Kecamatan Manyak Payed tersebut juga dirangkai dengan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pengurus HUDA Kabupaten Aceh Tamiang periode 2020 -2025 dibawah kepemimpinan Ustadz Dr Mustafa Abdussalam Syah, M.Kom sebagai Ketua Umum, Tgk Nurmiswari S.Hi M.Ag sebagai Sekretaris Umum dan Ustadz Baharudin M.Ag sebagai Bendahara Umum dilantik oleh Ketua Umum HUDA Aceh Tgk. H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab.

Saat menyampaikan tausyiahnya, Tgk. H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab atau akrab disapa Tu Sop Jeunieb mengajak para pengurus HUDA untuk menjadi solusi bagi umat atas segudang persoalan yang ada. Kata Tu Sop, setelah kita melarang umat dari sesuatu yang terlarang, maka kita harus memberi solusi bagi mereka. 

"Kalau itu haram, tidak boleh, maka solusi halalnya harus ada. Dan untuk tujuan ini harus ada strategi. Untuk itu maka HUDA harus jadi kekuatan strategis bagaimana menyampaikan Islam menjadi pemikiran dalam sikap dan perilaku dalam kehidupan," ujarnya.
Ulama Aceh kelahiran kelahiran Desa Blang Me Barat, Kecamatan Jeunieb, Bireun, tahun 1964 itu, menjelaskan bahwa ada dua hal penting yang harus dilakukan kedepannya. Pertama, ulama adalah harapan umat, sehingga harus bekerja keras untuk kepentingan umat, tidak berhalangan ketika dihadapkan pada tugas-tugas keumatan.

"Jangan tidak menganggap penting kerja-kerja untuk umat. Kita pasti tidak akan pernah berhalangan untuk sesuatu yang kita anggap penting. Kalaupun tidak ada waktu kosong maka pasti kita akan kosongkan waktu untuk sesuatu yang kita anggap penting," terangnya.

Yang kedua, lanjut Tu Sop, untuk mencapai tujuan keumatan maka program-program HUDA sebagai sesuatu yang sangat penting untuk dikerjakan dengan baik.

"HUDA baru bisa eksis kalau ada legacy atau warisan, punya peninggalan, ada sesuatu yang tertinggalkan yang bermanfaat untuk umat. Itu hal yang paling penting," katanya lagi.

Tu Sop yang pernah mendalami ilmu agama di Mekkah Al Mukaramah itu juga menjelaskan bahwa dalam kerja-kerja keumatan harus saling bersinergi, tidak bisa bekerja sendiri. Rasulullah SAW bersabda bahwa "Dunia ini tegak dengan empat perkara, dengan ilmunya para ulama, adilnya para pemimpin, murahnya orang kaya, dan doanya orang miskin".
Sebab itu, lanjut Tu Sop, empat perkara ini harus menyatu, dan tugas terbesar berada di pundak para ulama. 

"Kalau ilmu para ulama tidak sampai kepada para pemimpin (umara) maka kapan mereka bisa adil," katanya.

Dakwah Islam tidak sampai kepada calon-calon umara, maka mereka tidak akan bisa menjadi umara yang adil, karena kejahilannya itu. Begitu juga orang kaya akan kikir apabila dakwah ulama tidak sampai kepada mereka. 

Tu Sop menjelaskan, keberhasilan Rasulullah SAW dalam berdakwah, terdapat dua hal paling inti yang menjadi kekuatan Islam pada saat itu, yakni Rasulullah mendakwahkan orang kuat menjadi baik dan mendakwah orang baik menjadi kuat.  

Contohnya, jelas sosok ulama pemikir itu, seperti dari dakwah Rasulullah SAW kemudian membuat para budak berubah menjadi pemimpin. Kemudian mereka yang lahir-lahir di perkemahan berubah menjadi tokoh-tokoh pejuang pengukir sejarah.  
"Sementara Umar bin Khattab seorang tokoh yang kuat diubah oleh Rasulullah SAW menjadi seorang yang baik. Kekuatan Umar kemudian menjadi kekuatan Islam," demikian disampaikan Tu Sop yang juga pimpinan Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunieb.

Usai menghadiri acara tersebut, Ketua DPRK Aceh Tamiang Suprianto, ST, ketika dikonfirmasi wartawan LintasAtjeh.com, pertama-pertama dirinya menyampaikan ucapan tahniah/selamat atas pelantikan Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Kabupaten Aceh Tamiang periode 2020-2025. HUDA diharapkan menjadi tombak dalam rangka mensyiarkan nilai-nilai keIslaman di seluruh pelosok.

Kata Suprianto, dengan momen pelantikan HUDA, berarti sudah bertambah embrio organisasi di tengah-tengah masyarakat Aceh Tamiang

"Semoga dengan semangat dan kepengurusan yang baru, HUDA Kabupaten Aceh Tamiang diharapkan mampu berperan memberi kontribusi pembangunan moral untuk daerah," ujar Suprianto yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Aceh Tamiang.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini