-->

Iklan

Hidup dalam Kemiskinan, Nek Ngatinem Harapkan Kedatangan Kapolres Batu Bara

02 Februari, 2021, 07.03 WIB Last Updated 2021-02-02T00:03:39Z

LINTAS ATJEH | BATU BARA - Semenjak ditinggal meninggal suaminya, Nek  Ngatiem harus  berjuang untuk bertahan hidup dengan berusaha  berdagang pisang saleh yang penghasilanya 10.000  per hari.


Sempat  viral di media sosial, Nek Ngatinem warga  Mangkai Lama, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara ini  sempat dikunjungi  awak media, Senin (01/02/2021), yang langsung  mewawancarai sang nenek berusia 68 tahun di kediamannya. 


Nek Ngatiem mengatakan kalau dirinya ingin sekali bertemu  dengan Bapak Kapolres Batu Bara, AKBP Ikhwan Lubis, SH, MH, dan berharap  dapat dibantu kesulitannya.


"Saat  ini saya tinggal  sendirian  namun ada  yang menjaga saya, yaitu  anak paling ragil  (bungsu), Poni  namanya (36)," tuturnya. 


Lanjut Nek Ngatiem,  Poni  bersebelahan  dengan rumah nenek, namun dengan keterbatasan ekonomi  anak saya hanya dapat membantu  seadanya.


"Saat ini  saya berusaha dengan berdagang  pisang saleh yang penghasilannya  pas-pasan. Terkadang di saat  cuaca mendung jangankan penghasilan  untuk membeli pisang, untuk diolah menjadi pisang saleh saja  tidak  cukup," keluhnya. 


"Saya sudah tua, dibantu  Poni untuk menjual produksi pisang saleh ke agen,  inilah  yang menjadi harapan  saya bertahan sampai sekarang," ungkapnya lagi.


Sambung dia, saya mendengar dari teman  yang masih hidup dan para tetangga kalau Kapolres Batu Bara, Bapak Ikhwan adalah orang baik juga sering menolong,  rajin bersedekah, itu pernah saya lihat di televisi. 


"Namun saya  seakan bagaikan pungguk merindukan bulan.  Harapan saya sekarang  bisa bertemu dengan orang baik ini saja sudah  sangat bahagia," harapnya. 


Nek Ngatiem juga mau menyampaikan  kalau ada 4 sahabatnya yang sama nasibnya seperti dirinya. Usia yang sudah lanjut bertahan  hidup dengan membuat sapu lidi, juga alen-alen. Itu pun dengan modal pas-pasan Rp.30 ribu  dan kalau untung yang paling banyak bisa mendapat Rp.50ribu.


"Ya namanya sudah tua, hanya itulah yang bisa kami lakukan saat ini," kata Nek Ngatiem dengan nada lirih. 


Soal bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten, kata dia,  dari dulu  sampai saat ini mengaku tidak pernah menerima. 


"Saya gak pernah tau  dan tidak menerima. Hanya beras dan sayur  juga 10 butir telur ayam. Lain dari yang saya ini tak pernah ada. Katanya bantuan Covid," ungkap sang nenek.

Saat melakukan wawancara langsung ke rumah Nenek  Ngatiem  di Desa Mangkai Lama,  tim melihat keadaan sangat  miris  yang terjadi kepada pemukiman Nek Ngatiem. Dimana tidak memiliki  penerangan lampu dan tidur hanya beralaskan tilam kapuk yang sudah  tidak empuk   lagi. Hanya  foto almarhum suaminya yang menjadi penghias rumah tuanya.[Boim/Red]

Komentar

Tampilkan

Terkini