-->

Iklan

Fakta Menarik!! Dua Jenderal Kopassus Pernah Jabat Panglima TNI dan Menhan

19 April, 2021, 06.51 WIB Last Updated 2021-04-18T23:51:16Z
LINTAS ATJEH | JAKARTA - Ada fakta menarik yang terjadi awal tahun 90-an. Fakta menarik ini datang dari panggung militer Indonesia. Apa fakta menarik itu?

Fakta menarik itu yakni saat posisi strategis di tubuh TNI dipegang dua jenderal Kopassus, pasukan elit TNI AD. Dua posisi strategis yang dipegang dua jenderal Kopassus dalam kurun waktu yang sama itu adalah posisi Panglima ABRI (TNI-red) dan Menteri Pertahanan (Menhan).

Seperti diketahui, saat ini posisi Menhan dan Wakil Menhan, juga dipegang oleh dua jenderal Kopassus. Untuk posisi Menhan dipegang Letjen (Purn) Prabowo Subianto. Sementara, posisi Wakil Menhan diduduki Letjen Herindra.

Nah, di awal tahun 90-an, dua posisi strategis yakni Panglima ABRI dan Menhan juga sama-sama dipegang oleh dua jenderal baret merah.

Untuk posisi Panglima TNI atau Panglima ABRI saat itu, di awal tahun 90-an, dipegan oleh Jenderal Feisal Tanjung. Sementara, posisi Menhan dipercayakan kepada Jenderal Edi Sudrajat. Keduanya sama-sama jenderal berdarah Kopassus.

Yang menarik, Jenderal Edi Sudrajat, sebelum jadi Menhan, sempat memegang jabatan KSAD dan Panglima ABRI. Bahkan, tiga posisi penting, yakni KSAD, Panglima ABRI, dan Menhan sempat dipegang Jenderal Edi dalam waktu bersamaan. Jenderal Edi, selama tiga bulan lamanya, memegang tiga posisi paling strategis di TNI, yaitu KSAD, Panglima ABRI, dan Menhan.

Tapi, setelah itu, jangan Panglima ABRI diserahkan ke Jenderal Feisal Tanjung, yuniornya di Kopassus. Sementara Jenderal Edi tetap jadi Menhan.

Jenderal Edi sendiri jadi Panglima menggantikan Jenderal Try Sutrisno yang naik kelas jadi Wakil Presiden. Sementara untuk posisi Menhan, Jenderal Edi menggantikan Jenderal LB Moerdani, mantan komandannya di Kopassus.

Sebagai tambahan informasi, Jenderal Edi menjadi Panglima ABRI sejak 19 Februari 1993 hingga 21 Mei 1993. Sementara Jenderal Feisal Tanjung menjadi orang nomor satu di TNI dari tanggal 21 Mei 1993 sampai 12 Februari 1998. Sebelum diangkat jadi Panglima ABRI, Feisal sempat memegang jabatan sebagai Kepala Staf Umum TNI.[Koranjakarta]
Komentar

Tampilkan

Terkini