-->


Kualitas Vaksin Sinovac Rendah, Rizal Ramli Ingatkan Pemerintah, Nyawa Rakyat Jangan Dijadikan Perjudian

27 Juli, 2021, 04.09 WIB Last Updated 2021-07-26T21:09:39Z

Foto Ilustrasi Vaksin Sinovac

LINTAS ATJEH | JAKARTA - Tokoh nasional, Rizal Ramli mengatakan, vaksin Sinovac yang dipakai oleh Indonesia, efektivitasnya hanya 50 persen dalam melawan Covid-19. Sinovac juga kurang diakui di sejumlah negara, karena kualitasnya rendah.

"Ada yang bilang vaksin enggak efektif. Tentu tidak efektif karena kita pakai vaksin sinovac yang kualitasnya rendah. Artinya dari 100 orang yang divaksin 50 itu efektif, 50-nya sama sekali tak efektif bisa kena lagi," kata Rizal dalam diskusi yang digelar PB HMI secara daring, Senin (26/07/2021).

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu menyampaikan, kekinian vaksin Sinovac justru tidak akui dan dipakai sejumlah bagian negara. Misalnya, Amerika, Eropa, hingga negara tetangga Singapura.

Kendati demikian, Rizal menegaskan, bukan berarti dirinya tidak mendukung program vaksinasi. Hanya saja, Ia menyarankan agar rakyat diberikan vaksin yang lebih baik efektivitasnya seperti Pfizer hingga Moderna.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

"(Rakyat harusnya) Divaksin yang kualitasnya di atas 95-98, misalnya Pfizer, Moderna dan lain-lain. Jadi bukan asal vaksin dengan kualitas yang rendah," ungkapnya.

Untuk mencapai herd imunity, menurut Rizal, negara hanya perlu vaksinasi 70 persen warganya. Minimal 183 juta warga sudah divaksin. Dengan begitu herd immunity bisa tercipta.

Disisi lain, Ia menduga, pemakaian vaksin Sinovac yang jelas-jelas kurang efektif melawan Covid-19, karena pemerintah pelit pada rakyat.

"Ini gara-gara pemerintahnya pelit. Ngapain sih lu pakai Sinovac, pelit amat ama rakyat nyawa rakyat dijadikan perjudian," kritiknya.[suara.com]

Komentar

Tampilkan

Terkini