-->

Iklan

Yuk, Gunakan Vaksinasi Gotong Royong Perorangan di Klinik Kimia Farma

12 Juli, 2021, 11.28 WIB Last Updated 2021-07-12T04:30:27Z
LINTAS ATJEH | JAKARTA -  Pemerintah melakukan berbagai upaya agar target herd immunity atau kekebalan kelompok, bisa secepatnya terpenuhi. Setelah dilakukan kebijakan vaksin gotong rotong melalui perusahaan, kini pemerintah melakukan upaya lain yakni vaksinasi perorangan secara mandiri yang bisa dilakukan di jaringan klinik Kimia Farma di sejumlah daerah.

Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansyuri menyampaikan, Senin (12/07/2021), saat ini pemerintah menerapkan PPKM Darurat di Jawa Bali, maka program vaksinasi adalah salah satu langkah untuk menghadapi meningkatnya kenaikan virus Corona.

Untuk itu Program Vaksinasi Gotong Royong diperluas dengan memberi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan ataupun individu bisa mengakses vaksin melalui klinik-klinik Kimia Farma khususnya untuk daerah PPKM Darurat.

Perluasan program vaksinasi gotong royong ini untuk percepatan herd humanity. Seperti diketahui program Vaksinasi Gotong Royong berbeda dengan Program Vaksinasi gratis untuk rakyat.

Sementara untuk mendukung program ini Vaksin yang digunakan bukan vaksin yang dipakai untuk program pemerintah, tetapi Sinopharm. BUMN selalu akan melaksanakan mendukung program vaksinasi untuk percepatan herd humanity. Adapun harga vaksin juga sudah sesuai dengan peraturan dan ketetapan yang berlaku.

Direktur  Utama  PT  Kimia  Farma  Tbk.    Verdi  Budidarmo  menyebutkan,  langkah  yang  ditempuh  itu merupakan  inisiatif  Kimia  Farma untuk  membantu  percepatan  program  vaksinasi  Indonesia.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

"Kimia  Farma  sebagai  bagian  dari  Holding  BUMN  Farmasi  berkomitmen  untuk  berkolaborasi  dan bersinergi  dengan  seluruh  pihak  untuk  mempercepat  vaksinasi  nasional  baik  melalui  Vaksinasi Gotong Royong  Perusahaan maupun  Individu,”  ujarnya.

Langkah pemerintah mempercepat vaksinasi diapresiasi. Dr. Kamelia Faisal, MARS, Pengurus PB IDI dan Praktisi Medis Profesional, menyampaikan, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang yang baru saja diundangkan ini merupakan upaya pemerintah dalam mempercepat herd immunity dan penanganan Covid.

Kimia Farma sebagai salah satu garda depan penanganan Covid-19 di Indonesia berperan untuk mendistribusikan Vaksin Gotong Royong dengan support dari Biofarma, berperan dalam mendistribusikan dan tentunya Kementerian BUMN dalam memfasilitasi masyarakat yang ingin berperan aktif dalam percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid secara Mandiri dan Gotong Royong, agar segera tercipta “herd immunity” / kekebalan kelompok di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum IDI Dr. Daeng Mohammad Faqih menambahkan, vaksinasi Gotong Rotong Perorangan merupakan sebuah ikhtiar dari pemerintah untuk memperluas dan mempercepat proses vaksinasi dalam upaya mencapai herd immunity.

"Melalui Vaksinasi Gotong Royong dimana yang akan mengakses adalah kalangan yang mampu membayar , sementara untuk program vaksinasi gratis dari pemerintah juga terus dilakukan secara paralel. Sehingga melalui kedua program ini saya yakin proses vaksinasi dapat dilakukan secara lebih luas dan lebih cepat," ujar Daeng.

Kemudian, program vaksinasi berbayar juga Memberi kesempatan kepada saudara-saudara kita yang mampu untuk membantu pemerintah yang sudah bekerja keras, berusaha menanggulangi masalah Covid. Pemerintah akan merasa terbantu dan menjadi lebih ringan, sementara saudara-saudara kita yang mampu juga dapat secara gotong royong mengakses dan mendapatkan lebih cepat layanan vaksinasi Covid agar proses vaksinasi proses vaksinasi berjalan secara lebih luas dan lebih cepat, dan herd immunity dapat dicapai lebih cepat.

"Untuk program prioritas, termasuk kepada para nakes, terutama yang berada di garda depan, semua akan berjalan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Tidak perlu ada kekhawatiran. Begitu juga dengan program vaksinasi gratis dari pemerintah," tegasnya.

Tokoh masyarakat Siswono Yudo Husodo mengapresiasi langkah vaksinasi gotong royong perorangan, karena bisa memberikan pilihan kepada masyarakat. Karena saat ini banyak masyarakat yang ingin segera divaksin tapi belum dapat jatah vaksin program pemerintah atau takut mendatangi kerumunan saat vaksinasi. Jadi pilihannya gak apa-apa bayar asalkan bisa segera vaksin dan nyaman.

Program mandiri Vaksin Gotong Royong ini dapat diakses oleh orang-orang yang tidak masuk program prioritas dan mereka yang memiliki kemampuan untuk membayar secara mandiri, sehingga pada gilirannya proses herd immunity dapat lebih cepat tercapai.

Perluasan program Vaksinasi Gotong Royong kepada perseorangan ini tujuannya adalah untuk percepatan vaksinasi. Karena semakin cepat dan banyak masyarakat di vaksin akan semakin cepat pula terbentuknya herd immunity sesuai target pemerintah.

Vaksin yang digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong ini adalah Sinopharm. Berbeda dengan vaksin yang digunakan untuk program vaksin gratis pemerintah seperti Sinovac, Astra Zeneca ataupun Pfizer.

Dalam  pelaksanaan  Vaksinasi  Gotong  Royong  Individu,  yang  secara  resmi  digelar  pada  Senin 12  Juli,  Kimia Farma  menyediakan  8  klinik  di  6  kota  di  Jawa dan Bali.

Kedelapan  klinik  tersebut  adalah:

1.  Jakarta,  Klinik  KF Senen,  kapasitas 200  orang per  hari.
2.  Jakarta,  Klinik  KF Pulogadung,  kapasitas 200  orang per  hari.
3.  Jakarta,  Klinik  KF Blok  M,  kapasitas 100-200 orang per  hari.
4.  Bandung,  Klinik  KF  Supratman  (Drive  Thru),  kapasitas 200  orang per  hari.
5.  Semarang,  Klinik  KF Citarum,  kapasitas 100  orang  per  hari.
6.  Solo,  Klinik  KF Sukoharjo,  kapasitas 500  orang per  hari.
7.  Surabaya,  Klinik  KF Sedati,  kapasitas 200  orang  per  hari.
8.  Bali,  Klinik  KF Batubulan,  kapasitas 100  orang per  hari Total  kapasitas  pelayanan  VGR  individu  dari  8  klinik  ini  sebanyak  1.700 peserta  per  hari.

Pendaftaran  kepesertaan  VGR  Individu  di  Kimia  Farma  dilakukan melalui  3  (tiga)  jalur/cara. 

Pertama,  melalui  contact/call  centre Kimia  Farma di  nomor  1-500-255. 

Kedua,  melalui  website  www.kimiafarmaapotek.co.id, kemudian  akan  diarahkan  melalui  koneksi nomor  Whatsapp.

Ketiga,  melalui  aplikasi  Kimia  Farma  Mobile  di  ponsel,  yang  dapat  diunduh melalui  Play  Store  dan  App  Store.  Kimia  Farma  Mobile  sendiri  kini  masih  dalam  proses penyempurnaan  dan  penggunaannya segera disampaikan  dalam  waktu  dekat.

Pendaftaran  kepesertaan  akan  berisi  penentuan  tanggal,  waktu  dan  lokasi  vaksinasi.  Dengan demikian  calon  peserta  dapat  menentukan  waktu  dan  tempat  yang  sesuai  dengan  kebutuhannya. Dalam  pelaksanaannya  nanti, pihak KF akan menjalankan proses vaksinasi sesuai petunjuk Kementerian  Kesehatan  dengan  disiplin Prokes  yang  ketat.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini