-->




 


HAMAS: Kita Yakin Kajati dan Wakajati Aceh yang Baru Mampu Memberantas Mafia Tanah

20 Februari, 2022, 15.27 WIB Last Updated 2022-02-20T08:27:39Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Dilantiknya kepala dan wakil kepala kejaksaan bertepatan dengan momentum peringatan hari keadilan sosial sedunia yang diperingati setiap 20 Februari seakan memberi harapan baru bagi masyarakat Aceh. 

"Selamat bertugas dan menjalankan amanah Pak Kajati dan Wakajati Aceh. Semoga menjadi harapan baru untuk penegakan hukum yang memihak kepada rakyat," ungkap Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) Ahyadin kepada media ini, Minggu (20/02/2022). 

Menurut Ahyadin, berbagai problema penegakan hukum yang berpihak kepada rakyat kecil dan kepentingan negara senantiasa selalu dirindukan. 

"Salah satu intruksi Kejaksaan Agung yang sangat berpihak kepada masyarakat kecil yakni berkaitan dengan pemberantasan mafia tanah. Persoalan ini sangat riskan karena berdampak munculnya sangketa tanah dengan masyarakat hingga pemanfaatan tanah negara untuk kepentingan pribadi," sebutnya. 

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Lebih lanjut Ahyadin menuturkan, salah satu persoalan misalkan terkait tanah negara yang sempat dibagikan kepada para transmigran dan kemudian setelah ditinggalkan oleh transmigran sering menjadi kesempatan untuk dijadikan milik pribadi yang digunakan untuk kepentingan, padahal merupakan kepemilikan negara.

"Tentunya hal itu harus dicek dengan baik dan benar untuk mengantisipasi permainan mafia tanah tentunya," jelasnya. 

Tak hanya itu, Ahyadin juga menyinggung persoalan sangketa tanah antara salah satu perusahaan dengan masyarakat yang terkadang perlu diselesaikan dengan baik, sehingga tidak merugikan masyarakat. 

"Di Aceh Selatan, ada kabar masyarakat pemilik tanah justru dilaporkan ke penegak hukum oleh perusahaan hingga jadi tersangka. Inikan jadi sebuah problema yang akhirnya menimbulkan sangketa tanah antara pihak masyarakat dan perusahaan," tambahnya. 

Begitupun, lanjut Ahyadin, di Aceh Selatan khususnya di wilayah Trumon Timur dimana konflik masyarakat dengan PT Asdal juga dipicu oleh adanya indikasi sengketa tanah. 

"Sebagaimana yang disampaikan oleh Jaksa Agung bahwa di setiap jajarannya dibentuk tim khusus untuk persoalan mafia tanah ini. Kita harapkan tim khusus ini dapat dioptimalkan oleh Bapak Kajati dan Wakajati baru, dan beberapa persoalan tanah di Aceh Selatan dapat diusut tuntas sehingga tidak merugikan negara dan masyarakat," harapnya. 

Ketua Umum HAMAS ini menyebutkan, keadilan hukum bagi masyarakat adalah nilai yang senantiasa sangat dirindukan. "Kita yakin dan percaya Kajati dan Wakajati Aceh yang baru akan menjawab kerinduan masyarakat tersebut dengan tindakan nyata, Amin ya rabbal alamin," katanya. 

"Pastikan bahwa sengketa tersebut adalah murni sengketa tanah antar warga, bukan diakibatkan oleh para mafia tanah yang bekerjasama dengan oknum pejabat. Berikan perlindungan dan kepastian hukum pada warga masyarakat yang menjadi korban sindikat mafia tanah, dan segera antisipasi jika terjadi pergolakan dan gesekan horizontal di masyarakat," tandasnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+