-->




 


Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya Angkat Bicara Terkait Mosi Warga ke PT.BEL

03 Februari, 2022, 20.27 WIB Last Updated 2022-02-03T13:28:22Z

LINTAS ATJEH | NAGAN RAYA - Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Zulkarnain angkat bicara terkait tuntutan masyarakat lima Desa yang menyatakan "Mosi Tidak Percaya" terhadap PT Bara Energi Lestari (BEL) beberapa hari yang lalu.

Zulkarnain kepada LintasAtjeh.com, Kamis (03/02/20022) mengatakan, pada tahun 2021, program Corporate Social Responsibility (CSR) direncanakan dalam rapat musrembang CSR yang difasilitasi oleh Bappeda Nagan Raya yang melibatkan perusahaan, DPRK, dan Masyarakat yang diwakili oleh Keuchik terutama Desa yang menjadi ring satu.


"Dari Bappeda, perusahaan, maupun masyarakat, dapat mengusulkan program pembangunan yang menjadi skala prioritas sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik di sektor pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan pembangunan fisik," kata Zulkarnain.


Zulkarnain juga menjelaskan, masyarakat dapat mengusulkan programnya melalui Bappeda ataupun perusahaan. 


"Pada prinsipnya proses Musrembang sangat terbuka. Bahkan PT. BEL juga mengusulkan program untuk gampong Paya Udeung, Kuta Aceh, Alue Buloh, Krueng Makngkom dan Krueng Ceuko sebagai gampong ring satu," jelasnya.


Lanjut Zulkarnain, terkait komplain masyarakat, itu merupakan hal yang wajar. Pasalnya, pelaksanaan mekanisme penyaluran CSR baru pertama kali dimulai tahun 2021.


"Tentu masih jauh dari kesempurnaan, ke depan kita minta Bappeda tetap mengundang Keuchik sebagian perwakilan masyarakat, apapun yang menjadi aspirasi masyarakat dapat tertampung dengan baik," ucapnya.


Ia menambahkan, kerkait keinginan sebagian masyarakat agar pimpinan PT BEL mengganti sejumlah pejabat. Zulkarnain menilai, hal tersebut kembali pada perusahaan itu sendiri.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


"Sejauh yang saya ketahui, pak Rahmat Zahri satu-satunya pimpinan perusahaan yang kerap hadir dalam berbagai kegiatan, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun oleh berbagai elemen sipil,” tuturnya.


“Bahkan menurut informasi yang saya peroleh, CSR PT BEL tahun 2022 lebih dari 4 Milyar, jauh melebihi tahun 2021 yang hanya 2,5 Milyar," bebernya.


Menurutnya, perusahaan PT BEL terbesar yang penyaluran CSR untuk Nagan Raya. Dia juga meminta agar penyaluran tersebut harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan tepat sasaran.


Selain itu, Zulkarnain juga menjelaskan, terkait program CSR tahun sebelumnya belum, berjalan secara menyeluruh.  


"Ada beberapa perusahaan, yang tidak menghadiri undangan musrembang CSR, dan pihak perusahaan pun tidak mengajukan laporan keuangan mereka sebagai patokan nilai CSR yang wajib mereka salurkan,” terangnya.


“Mulai tahun 2022 ini, kita minta Bappeda untuk meminta laporan keuangan semua perusahaan sebelum Musrembang CSR dilaksanakan. Hal itu penting untuk memaksimalkan jumlah penyaluran CSR," ucapnya.


Dari tuntutan tersebut lanjut Zulkarnain, pihaknya belum menerima pengaduan masyarakat ke DPRK Nagan Raya. Terkait tuntutan masyarakat lima desa ke PT. BEL.


"Silahkan saja, asalkan tidak anarkis. Seberapapun jumlah orang yang melakukan aksi tetap kita hargai, sebagai bagian dari hak demokrasi mereka," tambahnya lagi.


"Soal keterbukaan Musrembang CSR, hal itu memang sudah sejak awal kita tekankan kepada Bappeda dan perusahaan. Insya Allah ke depan bisa kita pastikan prosesnya akan semakin baik dan masyarakat tak perlu khawatir karena kita akan kawal bersama dengan ketat," tutupnya.[Ms]

Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+