-->

Meski Diguncang Gempa dan Tsunami, Masjid Rahmatullah Lampuuk Tetap Kokoh Berdiri

07 April, 2022, 22.13 WIB Last Updated 2022-04-07T15:13:17Z
Foto udara menggambarkan masjid terlihat utuh di antara bekas bangunan di sekitarnya yang rata dengan tanah setelah tersapu badai tsunami di Lhok Nga, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Selasa, 4 Januari 2005. Dok.TEMPO/ Hariyanto

LINTAS ATJEH | JAKARTA - Masjid Rahmatullah Lampuuk merupakan sebuah masjid yang terletak di Desa Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 1990 dan selesai pada tahun 1997.

Masjid yang terletak 500 meter dari Pantai Lampuuk ini masih berdiri setelah diterjang tsunami pada tahun 2004. Meskipun beberapa sisi bangunan masjid rusak, akan tetapi sebagian besar tetap utuh dan selamat.

Seiring datangnya bantuan dari dunia internasional, kondisi Aceh yang telah porak poranda perlahan kembali ditata. Tak terkecuali di daerah sekitar pantai Lampuuk. Masjid Rahmatullah turut mengalami renovasi dan diperbesar. Sepasang menara kembar ditambahkan dalam arsitektur baru masjid yang menjadikan tampilan Masjid Rahmatullah Lampuuk lebih indah.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Menurut disparpora.acehbesarkab.go.id, Masjid Rahmatullah Lampuuk direnovasi menggunakan dana bantuan dari Bulan Sabit Merah Turki. Yang mana, diketahui bahwa Turki mempunyai ikatan sejarah dengan Aceh. Dulu kala, Turki pernah membantu Aceh membangun tentara laut yang tangguh. Di Aceh terdapat pula makam yang diyakini mlik ahli perang asal Turki.

Pada 26 Desember 2006, Wakil Perdana Menteri Turki, Mehmet Ali Sahin, bertandang ke Lampuuk untuk meresmikan berbagai fasilitas yang dibangun Bulan Sabit Merah Turki dalam acara yang berpusat di halaman Masjid Rahmatullah.

Di sisi kanan pintu gerbang masuk masjid, terdapat museum kecil yang menyimpan foto-foto tsunami. Setiap warga dan wisatawan bebas masuk ke sana, museum ini dijaga oleh seorang pengurus masjid.

Sebelum tsunami, perkampungan Lampuuk dihuni sekitar 6.000 jiwa yang umumnya berasal dari golongan manengah ke atas. Penduduk di daerah sekitar Masjid Rahmatullah Lampuuk mayoritas karyawan PT Semen Andalas Indonesia selain itu terdapat juga nelayan, petani dan warga dari berbagai latar belakang profesi lainya.[Tempo.co]
Komentar

Tampilkan

Terkini