-->

Keberadaan Waria di Kota Langsa

11 Juni, 2022, 04.44 WIB Last Updated 2022-06-11T01:34:34Z

Ilustrasi
LINTAS ATJEH | LANGSA - Fenomena hadirnya pria yang berpenampilan layaknya seorang wanita atau sering di sebut waria di Kota Langsa menimbulkan keresahan masyarakat "Kota Jasa".

Bukan saja dari segi berpenampilan mereka (Waria_red) yang seperti wanita. Namun, terkadang para waria tersebut menggunakan jilbab sebagai penutup kepala yang jelas-jelas merupakan hijab bagi kaum wanita.

Pantauan LintasAtjeh.com, pemandangan ini hampir setiap malam terlihat di sejumlah warung kopi yang berada diseputaran Kota Langsa.Tak jarang para waria itu berpakaian sexi dan berdandan dengan memakai lipstik.

Keberadaan pria berpenampilan wanita di tempat-tempat umum tersebut menimbulkan anggapan pro dan kontra. Bahkan tidak sedikit  cibiran dari masyarakat yang diarahkan kepada para waria itu.

Kaum yang notabane nya adalah pria itu selalu mencari sensasi. Gaya hidup para waria ini dikhawatirkan berdampak buruk bagi generasi muda Kota Langsa.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Eksistensi diri atau cari sensasi dari kaum ini dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Acap kali kehadiran para waria itu selalu dikaitkan dengan sex bebas, narkoba, pergaulan bebas dan penyakit masyarakat lainnya.

Kehadiran pria yang berpakaian layaknya wanita ini tidak hanya dijumpai di beberapa warung kopi saja. Namun di tempat umum lainnya diantaranya Alun-alun Kota Langsa, acara musik hajatan (Organ Tunggal) dan jalanan protokol pada jam-jam malam tertentu.

Beberapa warga Kota Langsa yang enggan disebutkan namanya saat ditemui LintasAtjeh.com, Jum'at (10/06/2022), menyampaikan harapannya kepada pihak terkait agar segera melakukan tindakan yang efektif terhadap para kaum ini.

"Kita berharap pihak terkait mau melakukan pembinaan dan diberikan penyuluhan terhadap para waria tersebut agar dapat prilaku yang sewajarnya sesuai dengan syariat Islam di Kota Langsa," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa perilaku kaum marjinal yang berpenampilan seperti wanita tersebut merusak citra muslimah di Aceh, khususnya Kota Langsa.

"Kita khawatir dampak dari mereka yang berpenampilan seperti wanita itu, dan hal ini juga dapat merusak citra wanita muslim Aceh, khususnya Kota Langsa," ungkapnya. [Sm]
Komentar

Tampilkan

Terkini