-->

Batu Bata Dipasang di Atas Balok Lama Pada Proyek Pembangunan Pagar SMPN 13 Langsa

23 Juli, 2022, 14.10 WIB Last Updated 2022-07-23T13:47:30Z

Istimewa 
LINTAS ATJEH | LANGSA - Tanpa membuat pondasi baru, batu bata untuk dinding pada pelaksana proyek pembangunan pagar SMP Negeri 13 Langsa dipasang di atas balok lama sehingga terkesan tidak sesuai dengan judul yang terpampang di papan proyek.

Pantauan LintasAtjeh.com, pihak  pelaksana dalam mengerjakan proyek pembangunan pagar SMPN 13 Langsa tersebut memasang batu bata di atas balok walaupun dibawah balok tersebut terdapat dinding lama yang kondisinya terdapat keretakan disejumlah titik.

Proyek dibawah pengawasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa itu berjudul "Pembangunan Pagar SMPN 13 Langsa" dengan nomor kontrak 05/SPK/PPK-DISDIK/DOKAFisik/2022 bernilai 490.938.718.61 rupiah dan dikerjakan oleh CV. Permata Bunda serta sebagai Konsultan Pengawas dari CV. Na Baiz Consultant.

Amrin, Kontraktor Pelaksana saat dikonfirmasi LintasAtjeh.com melalui telepon seluler, Sabtu (23/07/2022) menyampaikan bahwa pihaknya melaksanakan pekerjaan proyek pembangunan pagar SMPN 13 Langsa sesuai dengan gambar pada kontrak.

"Kami kerjakan sesuai apa yang ada pada Rab dan gambar pada kontrak. Jadi kalau tidak sesuai dengan judul itu urusan pihak dinas," ujarnya.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Ratna Dewi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa dalam proyek pembangunan pagar SMPN 13 saat dikonfirmasi awak media melalui telepon seluler, Sabtu (23/07/2022) menyampaikan bahwa dirinya tidak terlalu paham tentang pekerjaan proyek tersebut. Ia menyarankan agar untuk menanyakan masalah itu kepada konsultan pengawas.

"Saya kurang paham tentang masalah pekerjaan itu, untuk lebih jelasnya tanyakan pada konsultan pengawas," jawabnya singkat.

Sementara itu, Tuti Suwarni, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan kontrak. Terkait judul proyek dirinya mengaku tidak memahami masalah teknis.

"Masalah teknis saya kurang paham, coba tanyakan ke konsultan perencana saja," katanya.[Sm]
Komentar

Tampilkan

Terkini