-->



M. Aditia Rizki: Mewakili Suara Rakyat Indonesia, Kenaikan Harga BBM Sangat Berdampak

06 September, 2022, 18.05 WIB Last Updated 2022-09-06T11:06:25Z
PRESIDEN Joko Widodo akhirnya mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dari pertalite, solar, dan pertamax. Harga pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Harga solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Harga pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. Harga terbaru BBM bersubsidi dan non-subsidi itu mulai berlaku pada Sabtu (03/09/2022) pukul 14.30 WIB

Penulis menyatakan, sebelum disahkan kenaikan harga BBM, rakyat dihebohkan karena terkena prank pada 1 September 2022 dini hari justru tidak ada kenaikan harga BBM. 

Lantas apa saja yang mengakibatkan kenaikan itu terjadi? Ada yang menjelaskan adanya inflasi, ada yang menjelaskan ICP masih tinggi dan lain-lain. Ketika kita berfikir secara mendalam, kenaikan BBM ini sangat merugikan masyarakat lapisan bawah.

Mengapa demikian? Lantaran ketidakstabilan perekonomian rakyat Indonesia, yang kita sadari juga bahwasanya pengisian bensin tidak sinkron menggunakan kriteria yang berlaku. 

Banyak sekali pengaruh yang terjadi karena BBM naik, salah satunya bahan pangan dan bahan lainya akan turut naik. Akibatnya rakyat susah menerima keputusan dari pemerintah apalagi dengan latar belakang perekonomian masyarakat yang sedang bermasalah.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Selanjutnya, angka kejahatan semakin tinggi disebabkan dampak kenaikan bahan pangan yang didasari oleh kenaikan BBM. 

Bukan hanya itu saja, kenaikan BBM juga sangat memicu tarif bus yang harganya melonjak naik secara singnifikan, ada yang naik hingga 50 ribu, ada yang 100 ribu dan ada yang hingga naiknya 250 ribu.

Sehingga menyebabkan perseteruan sangat serius di kalangan mahasiswa yang rata-rata berasal dari perantauan. Tentu saja hal ini menciptakan keresahan yang dipicu lantaran kenaikan harga BBM sebagai akibatnya jasa angkutan di masing-masing wilayah mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Harapan penulis dari beberapa argumen di atas mampu membuat pemerintah berfikir dan memberikan keputusan yang pastinya memproitaskan kalangan bawah.

Penulis: Muhammad Aditia Rizki (Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP UIN Ar-Raniry)
Komentar

Tampilkan

Terkini