-->

Peran Pariwisata Aceh dalam Pengembangan Sektor Ekonomi

06 Mei, 2023, 10.35 WIB Last Updated 2023-05-06T03:36:04Z
PARIWISATA merupakan sektor jasa berbasis kreatif. Indonesia dengan potensi pariwisata yang kaya harusnya bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Apalagi pariwisata adalah industri yang lebih ramah lingkungan. Jika menjual keindahan alamnya saja cukup, mengapa harus merusak atau mengambilnya.  Semua orang menyadari akan potensi pariwisata Aceh yang kaya dan beragam. Potensi Area wisata tidak disebut destinasi kalau tidak ada 3A, yaitu Attractive, Amenities, dan Accessibilities. 

Attractive (Daya Tarik Wisata)
Dalam sektor pariwisata daya tarik merupakan pokok dari tempat wisata itu sendiri, daya tarik juga merupakan tawaran dari pengelolaan sektor pariwisata, umum nya daya tarik sektor pariwisata merupakan sebuah keindahan, dalam hal ini daya tarik dapat berupa alam seperti pegunungan, lautan,  flora, fauna dan berbagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa lainnya. Di Aceh daya tarik yang di tawarkan dalam sektor pariwisata sangat banyak sepertai lautan yang sangat indah dan bentangan alam yang menawan.

Amenities (Fasilitas)
Sektor pariwisata selain di dukung dengan adanya keindahan alam dan daya tarik, juga perlu memiliki fasilitas yang baik untuk memanjakan para wisatawan yang berdatangan, seperti toko cenderamata, tempat ibadah, rumah makan, tempat mandi dan berbagai fasilitas umum lainnya. pada sektor pariwisata Aceh pengembangan fasilitas masih sangat minim hal ini di karenakan kurangnya kesadaran pemerintah dalam pengelolaan sektor pariwisata, padahal sektor pariwisata di Aceh sangat kaya.

Accesability (Aksesibilitas)
Dalam menunjang sektor pariwisata Dalam menunjang para wisatawan agar mudah menuju ke beragam destinasi wisata, mereka harus ditunjang oleh akomodasi yang memadai. Akomodasi yang dimaksud diantaranya ialah sarana transportasi bagi para wisatawan domestik atau mancanegara. Pada sektor pariwisata Aceh sektor akomodasi hanya berfokus pada tempat wisata terkenal di masyarakat luar Aceh seperti pantai ulee lheue dan lain-lain, namun pada tempat wisata yang kurang terkenal sektor akomodasi tidak di perhatikan oleh pemerintah hal ini membuat sektor pariwisata Aceh hanya berfokus pada sektor pariwisata itu-itu saja, padahal sektor pariwisata aceh sangat beragam namun memiliki aksebilitas yang sulit.

Hubungan Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi 

Pertama, pariwisata memiliki dampak langsung terhadap perekonomian, antara lain terhadap penciptaan lapangan kerja, redistribusi pendapatan, dan penguatan neraca pembayaran. Belanja turis, sebagai bentuk alternatif dari ekspor memberikan kontribusi berupa penerimaan devisa (neraca pembayaran) dan pendapatan yang diperoleh dari ekspansi pariwisata.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Kedua, efek stimulasi (induced affects) terhadap pasar produk tertentu, sektor pemerintah, pajak dan juga efek imitasi (imitation effect) terhadap komunitas. Salah satu manfaat utama bagi komunitas lokal yang diharapkan dari pariwisata adalah kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian daerah, terutama peningkatan pendapatan dan pekerjaan baru di daerah. Pelaku bisnis di daerah tentu saja memperoleh manfaat langsung dari belanja turis.

Aceh salah satu daerah yang memiliki potensi sangat baik untuk mengelola pembangunan industri pariwisata. Sistem pemerintahan dan masyarakat Aceh juga menerapkan syariat islam yang menjadikan nilai pendukung dalam pembangunan wisata halal. Potensi kuliner dan wisata inilah yang kemudian menarik wisatawan dari luar sehingga berkunjung ke Aceh dan otomatis akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Aceh.

Namun dari sekian banyaknya potensi wisata yang ada di Aceh, terdapat wisata yang berpotensi namun tampak tidak hidup bahkan terabaikan, salah satunya di lokasi wisata Ulee Lhee, Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Ada beberapa bangunan seperti dermaga wisata yang terbengkalai dan sebagian sudah mulai terkoyak lantaran tidak terawat dan tidak terurus.

Dan juga kolam yang dibangun didekat pantai sayangnya tidak di operasikan kembali. Terutama sampah-sampah plastik disekitaran pantai yang menjadi faktor permasalahan yang sampai sekarang harus lebih diperhatikan agar daerah wisata dan laut tidak tercemari. Serta dapat memberi kenyamanan kepada para pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan alam.

Nah demikian salah satu tempat lokasi wisata yang terbengkalai akibat kurang perawatan dan keseriusan pihak terkait dalam memajukan dan merawat destinasi wisata di Kota Banda Aceh tersebut.

Perlu adanya usaha serius dalam menghadapi persoalan terkait kepariwisataan di Aceh seperti sampah, keamanan dan kenyamanan, serta komunikasi yang santun bagi para pelaku pariwisata terhadap pengunjung. Berharap pemerintah agar dapat bekerja sama dengan masyarakat yang kreatif sehingga bisa kembali membangun dan memajukan destinasi-destinasi wisata.

Penulis: Muhamad Fadhil (Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala)
Komentar

Tampilkan

Terkini