-->

Gandapura Lakukan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023

22 Juni, 2023, 12.15 WIB Last Updated 2023-06-22T05:15:55Z
LINTAS ATJEH | BIREUEN - Sebagai upaya penurunan angka stunting di tingkat kecamatan secara terintegrasi, Kecamatan Tetap yang bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak menggelar kegiatan Rembug Stunting tingkat kecamatan, Kamis (22/06/2023).

Acara berlangsung di Kantor Camat Gandapura yang dihadiri oleh segenap Muspika Kecamatan dan Keuchik semua desa di kecamatan tersebut serta perwakilan unsur Forkopimda Bireuen sendiri dari Bappeda dan Dinas Kesehatan.

Camat Gandapura Azmi, S.Ag, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya siap mendukung program pemerintah terkait percepatan penurunan stunting di Kabupaten, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan Rembug Stunting.

“Kegiatan Rembug Stunting ini sesuai dengan Perpres 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, yang mengamanatkan agar Pemerintah Kabupaten/Kota bisa melaksanakan Rembug Stunting,” ujar Azmi.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM 

Azmi juga mengatakan Rembug Stunting Kecamatan merupakan langkah penting yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non-pemerintah dan masyarakat.

Sementara Itu, Bob Mizwar, S.STP., M.Si, Kepala Bappeda Kabupaten Bireuen dalam sambutannyan  mengajak seluruh peserta dan keuchik khusunya yang ada di Kecamatan Tetap untuk bekerja sama dalam upaya percepatan penurunan sehingga angka di Kabupaten Bireuen khususnya Kecamatan Gandapura tetap dapat menurun pada 2023 angka stunting bisa di angka 2-3 persen, dan pada 2024 target zero stunting.

Bob mizwar menyikapi angka stunting dan kemiskiinan ekstrim di kabupaten Bireuen pemerintah Daerah akan terus berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat, namun harus dilakukan pendataan agar nantinya semua data baik data stunting maupaun data masyarakat miskin bisa singkron dan tepat sasaran.

"Saya meminta Kepala Camat  dapat mengiventarisir dan mendata warganya yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan bantuan tersebut, kepala desa bisa berkolaborasi dengan babinsa, bhabin katibmas, target kita 2024 angka stunting dan angka kemiskinan ekstrim bisa di angka zero, seandainya belum tercapai setidaknya bisa di angka rendah” ujar Bob.

Di akhir sambutannya Bappeda berharap dengan adanya kerjasama lintas sektor bisa mendapatkan data yang akurat dan bisa menjadi acuan pemerintah daerah sebagai bahan laporan ke tingkat pusat.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini