-->

Tidak Hadiri Paripurna Pembacaan KIP Kota Langsa, Golkar Tetap Menyuarakan Kebenaran, Demokrat Kecewa Sikap Ketua Partai Hanura

14 Juli, 2023, 03.55 WIB Last Updated 2023-07-13T22:35:32Z

Ilustrasi 

LINTAS ATJEH | LANGSA - Karena adanya ketidaklaziman dalam penjaringan KIP Kota Langsa dimulai dari seleksi Tim Panitia Seleksi (Pansel), maka Fraksi Partai Golkar tetap berkomitmen tidak menghadirkan Rapat Paripurna pembahasan tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar, T. Hidayat kepada LintasAtjeh.com di ruang kerjanya, Kamis (13/07/2023) saat dimintai alasan ketidakhadiran dalam Paripurna pembacaan hasil seleksi calon anggota KIP Kota Langsa oleh Ketua Komisi I yang dilaksanakan pada Rabu, (12/07/2023) pukul 15.00 WIB kemarin.


Ia menegaskan bahwa Fraksi Partai Golkar tetap berkomitmen menolak hasil keputusan penjaringan calon anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Langsa periode 2023-2028.


“Golkar tetap berkomitmen tidak menerima hasil penjaringan KIP dan kami tetap berprinsip tidak menghadiri Panmus ketiga maupun rapat paripurna,” tegas Hidayat.


"Maka, selaku Wakil Ketua Komisi I, saya menolak hasil seleksi Pansel dalam seleksi anggota KIP, apalagi terindikasi berbau KKN dalam seleksi anggota KIP tersebut,” imbuhnya.


Hidayat juga menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Fraksi Partai Golkar ini telah berkoordinasi dengan Ketua Partai Golkar.


“Bagi kami Partai Golkar akan selalu menyuarakan kebenaran dan tidak akan mengecewakan masyarakat terutama yang sudah mendukung Partai Golkar,” tandasnya.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


Sementara itu, Wakil Ketua II DPRK Langsa, Ir. Zulfikar menyayangkan sikap Ketua Partai Hanura yang tidak memiliki komitmen untuk menolak hasil perekrutan calon anggota KIP Kota Langsa.


"Kami menyayangkan sikap Ketua Partai Hanura yang telah berpaling dan melanggar komitmen bersama," ketua politisi Partai Demokrat tersebut.


Hal senada juga disampaikan Ketua Partai Demokrat, H. Syahyuzar AKA saat dihubungi LintasAtjeh.com melalui telepon seluler. Menurutnya, tindakan Ketua Partai Hanura tersebut sudah menciderai kesepakatan yang telah dilakukan.


"Perkataan Ketua Partai Hanura tidak bisa dipegang, karena sudah berpaling dari komitmen awal untuk bersama-sama menolak hasil perekrutan calon anggota KIP yang memang tidak lazim itu," singkatnya. [Sm]

Komentar

Tampilkan

Terkini