-->

Islam Mampu Menuntaskan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Generasi

17 Desember, 2023, 18.29 WIB Last Updated 2023-12-17T11:29:13Z
BERDASARKAN data penginputan kasus dalam aplikasi SIMFONI PPA Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim, hingga 1 Mei 2023 ini ada 282 kasus tindak kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak. Rinciannya adalah, Berau 3 kasus, Balikpapan 39 kasus, Bontang 25 kasus, Samarinda 157 kasus, Kutai Barat 5 kasus, Kutai Kartanegara 16 kasus, Paser 8 kasus dan Penajam Paser Utara 7 kasus.

“Kasus terbanyak terjadi di Kota Samarinda, 157 kasus. Hanya Mahakam Ulu yang tidak ada catatan kasus,” ungkap Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DKP3A Kaltim, Fahmi Rozano, Selasa 30 Mei 2023.

Melihat fakta yang terjadi saat ini banyaknya kekerasan  pada perempuan hingga generasi, Karna banyak faktor yang menjadi pemicu, terjadinya kekerasan tersebut karna faktor pribadi dan faktor sosial
 
Faktor pribadi yaitu meliputi kelainan jiwa, seperti psikopat, stres, depresi, serta pengaruh obat bius. Sedangkan faktor yang bersifat sosial antara lain seperti konflik rumah tangga, faktor budaya, dan media massa.

Melihat secara teliti dan cemerlang. bahwasanya bukan hanya faktor tersebut yang menjadi pemicu utama. Tetapi ada juga faktor lain menyangkut secara keseluruhan  hingga hal ini terus terusan berdampak pada perempuan dan generasi. 

Penyebab utama hal ini adalah kapitalisme yang kini diterapkan di hampir seluruh negara didunia hingga berdampak juga pada rendahnya kesadaran hukum, budaya patriarki, ekonomi yang rendah/kemiskinan, dugaan adanya perselingkuhan dan pernikahan dini. Lantas yang menjadi korban adalah perempuan dan generasi, hingga sering mengalami berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, dan ketidakadilan, yang merampas hak-hak dan martabat mereka. 

Sebab kapitalisme sebagai ideologi bersumber dari pemikiran manusia. Itulah mengapa kapitalisme memiliki titik tumpu untuk mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk yang bebas, berdaulat, dan berhak mengejar kepentingan dan kebahagiaan pribadinya. Ideologi sekuler kapitalisme dalam memandang hal tersebut dengan remeh ketika ada kejadian baru bergebuh-gebuh untuk menyelesaikannya, Sehingga hal tersebut terus terulang.

Maka muncullah solusi  instan buat permasalahan kekerasan perempuan dan generasi, seperti hanya di berikan penyuluhan ke setiap kelurahan hingga RT dan juga ke sekolah-sekolah, berupa edukasi edukasi kepada perempuan dan anak, berupa  penyampaian dampak psikologis kekerasan pada perempuan dan anak, kekerasan terhadap perempuan dapat memiliki dampak psikologis. Ketika diberikan sanksi itu pun hanya penjara dan tidak berefek dan ada kemungkinan pelaku akan mengulangi kembali perbuatannya.

Pemerintahnya pun hanya memberikan kebutuhan berupa sembako atau pun uang kepada masyarakat, hanya pada saat itu saja tidak berlanjut. Dan menjadikan perempuan dan anak sebagai penunjang ekonomi dengan UMKM dimasyarakat hingga di sekolah sekolah, Untuk menjadikan keuntungan buat para kapital.

Edukasi pranikah pun bagi calon pasangan pun kurang jika ada pun hanya beberapa wilayah tidak menyeluruh. Inilah solusi instan diberikan disistem sekuler kapitalisme , maka wajar terus terjadi kekerasan terhadap perempuan dan generasi, karna yang diberikan pun tidak mengakar dan hanya tambal sulam. Maka jika terus menerus dibiarkan akan makin parah, dan membuat candu bagi pelakunya.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM 

Islam mampu memberikan solusi hakiki untuk melindungi manusia. Islam adalah agama yang sempurna bukan hanya mengatur masalah ibadah mahdhah, tetapi islam mampu melahirkan sebuah sistem yang mengatur manusia sesuai dengan fitrahnya hingga menjadikan sebuah ideologi atau mabda pandangan hidup dalam menemukan solusi solusi yang tuntas sampai pada akar permasalahannya.

Ideologi yang sesuai dengan fitrah perempuan. Ideologi yang dimaksud adalah ideologi Islam, yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah. Dan mengajarkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah Swt dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya. 

Ideologi Islam menghormati hak-hak perempuan sebagai manusia dan sebagai mitra laki-laki dalam membangun peradaban. Ideologi Islam juga mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan berdasarkan prinsip keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab.

Ideologi Islam, dengan segala kebaikan dan keberkahan yang ditawarkannya, adalah ideologi yang dapat memberikan solusi bagi masalah kekerasan terhadap perempuan, dan menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan sejahtera bagi semua perempuan.

Islam mengatur perempuan untuk menjaga kehormatan dan martabatnya sebagai seorang perempuan. Misalnya kewajiban menutup aurat (QS. An-Nur: 31), berjilbab ketika memasuki kehidupan publik (QS. Al-Ahzab: 59), larangan berhias berlebihan atau tabbaruj (QS. Al-A’raaf: 31 dan QS. Al-Ahzab: 33). Adanya pendampingan mahram (kakek, ayah, saudara laki-laki dan adik ayah) atau suami ketika perempuan melakukan perjalanan lebih dari 24 jam.

Menerapkan sanksi yang berat bagi pelaku pelecehan dan kekerasan terhadap Perempuan. Misalnya, pelaku pemerkosaan akan dihukum had zina (QS. Al-Maidah: 33). Jika pelakunya belum pernah menikah maka dicambuk 100x, jika sudah pernah menikah dirajam hingga mati. 

Orang yang berusaha melakukan zina dengan perempuan namun tidak sampai melakukannya, maka dia akan diberi sanksi tiga tahun penjara, ditambah hukuman cambuk dan pengasingan.

Membangun kesadaran dan sikap yang Islami di kalangan masyarakat, khususnya laki-laki, terhadap perempuan. Misalnya, mengajarkan bahwa perempuan adalah makhluk yang mulia, yang memiliki hak dan kewajiban sebagaimana halnya dengan laki-laki. Mengajarkan bahwa perempuan adalah mitra, sahabat, dan penolong laki-laki dalam membangun peradaban. Mengajarkan bahwa perempuan adalah ibu, istri, dan anak yang harus dihormati, dicintai, dan dilindungi. Mengajarkan bahwa perempuan adalah saudara seiman, yang harus diperlakukan dengan adil, baik, dan sopan. Wallahu a'lam bish-shawab

Penulis: Devi Ariani (Pemerhati Ummat)
Komentar

Tampilkan

Terkini