-->

Ekonomi Politik: Harga Emas Naik Turun, Apa Penyebabnya?

10 Mei, 2024, 10.45 WIB Last Updated 2024-05-10T03:45:54Z

SUDAH BUKAN RAHASIA lagi kalau emas merupakan logam mulia yang paling digemari masyarakat, baik untuk investasi maupun keperluan sehari-hari.  Menurut Anda apa  alasannya?

Investasi emas dianggap aman atau bebas risiko bagi masyarakat awam yang ingin berinvestasi namun tidak mau mengambil risiko. Hal ini menjawab pertanyaan berapa banyak orang yang ingin menyimpan uangnya untuk investasi selanjutnya daripada berinvestasi langsung pada saham dan obligasi.

Selain itu, fluktuasi harga emas sangat dinamis. Secara umum  harga emas selalu mengalami kenaikan. Mari kita lihat harga emas di Indonesia pada tahun 2015. Harganya hanya berkisar Rp 490. 000 hingga Rp 530. 000 per gram. Dalam beberapa bulan terakhir, harga emas mengalami kenaikan  signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan saat ini harga emas berada di angka Rp 1.326.000 per gram.  Artinya, harga emas  mengalami kenaikan hingga 55%.

Apa sebenarnya penyebab harga emas  naik turun drastis?

1. Ketidakpastian situasi dunia

Berbagai situasi  di sekitar kita seperti politik, ekonomi, krisis, resesi, perang, dan lain-lain menjadi salah satu pemicu naik  turunnya harga emas. Mengapa demikian, temanku?  Ingat pemberontakan yang bertujuan menggulingkan Presiden Soeharto pada tahun 1998? Dalam situasi ekonomi dan politik yang kacau, uang sering kali dianggap sebagai penyelamat.  Oleh karena itu, ketika terjadi krisis atau perang,  harga emas cenderung meroket. Baru-baru ini saya mendengar berita tentang lonjakan harga emas akibat perang dagang antara Amerika  dan China.

Situasi ini membuat investor global berbondong-bondong beralih ke aset-aset safe-haven seperti emas. Dengan banyaknya peminat emas, tak heran jika harga emas semakin naik. Namun, jika situasi mereda, minat terhadap aset aman  seperti emas akan berkurang. Selera investor terhadap pengambilan risiko dan pencarian aset berisiko  dimulai. Harga emas mungkin akan turun. Menteri Keuangan Sri Mulyani  mengakui investor kerap memilih emas  di tengah ketidakpastian perekonomian global saat ini.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Setidaknya ada tiga alasan mengapa emas baru dipilih ketika ada ketidakpastian ekonomi  atau ketidakstabilan geopolitik. Pertama, meskipun terjadi inflasi atau deflasi, nilai emas tidak akan berubah.  Kedua, meski terjadi krisis ekonomi atau perang, nilai emas akan tetap utuh.  Ketiga, meski ketersediaan emas terbatas, namun permintaan  emas tidak mengalami penurunan. Tidak mengherankan, popularitas emas biasanya melonjak selama masa krisis.

2. Permintaan dan Penawaran Emas


Hukum penawaran dan permintaan juga berlaku terhadap emas. Ketika permintaan emas melebihi pasokan, logam mulia akan menjadi lebih populer di kalangan ibu rumah tangga. Sebaliknya jika pasokan melebihi permintaan maka harga akan turun.

Menariknya, emas yang tersedia di seluruh dunia sangat terbatas. Tahukah Anda bahwa produksi emas  dunia  berasal dari emas daur ulang selain hasil penambangan? Ada dua versi penghitungan emas global. Versi pertama GFMS Thomson Reuters memperkirakan totalnya mencapai 171.300 ton. Versi kedua dibuat oleh James Turk, pendiri Gold Money, dan memperkirakan jumlahnya mencapai 155. 244 ton.

3. Kebijakan Moneter

Harga emas juga sangat bergantung pada kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (juga dikenal sebagai Sistem Federal, atau secara informal  The Fed). Kebijakan moneter  adalah kebijakan yang menaikkan atau menurunkan suku bunga. Jika The Fed memangkas suku bunganya, harga emas bisa naik. Ketika dolar menjadi kurang menarik sebagai pilihan investasi, masyarakat cenderung menginvestasikan dananya pada emas. dan  sebaliknya. Mirip dengan situasi saat ini, The Fed telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga. Keputusan ini pun menyebabkan harga emas meroket.

4. Nilai Tukar Dolar Amerika

Harga emas dalam negeri mengacu pada harga emas internasional yang dikonversi dari dolar Amerika  ke Rupiah. Oleh karena itu, harga emas sangat dipengaruhi oleh pergerakan  nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ketika nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terdepresiasi, maka harga emas dalam negeri akan naik atau naik. Sebaliknya, ketika nilai tukar Rupiah meningkat, harga emas lokal cenderung menurun.
Bagaimana kabar temanmu?

Sudah paham kan faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga emas? Sudah siap  untuk berinvestasi emas sendiri sekarang?


Juga, jangan hanya mengikuti desas-desus.  Silakan lakukan analisa lebih mendalam dan pahami detail investasi emas sebelum mengambil keputusan. Jangan sampai sobat mengalami kerugian karena tidak mempertimbangkan dengan matang baik kondisi pasar  lokal maupun global.

Penulis: Isma Wulandari (Mahasiswi Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu  Politik Universitas Syiah Kuala/2210103010086)

Komentar

Tampilkan

Terkini