Jamu jahe serbuk racikan lansia bukan hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga membuka pintu rezeki di usia senja.
LINTAS ATJEH | NAGAN RAYA - Aroma jahe putih berpadu rempah-rempah Nusantara menyeruak di Balai Desa Purwosari, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Di tengah tawa dan obrolan hangat, sekelompok lansia tampak sibuk mengaduk wajan besar berisi potongan jahe, cengkeh, dan kayu manis.
Namun kali ini, mereka tidak sekadar membuat minuman tradisional. Bersama mahasiswa PPK ORMAWA HIMAKESMAS Universitas Teuku Umar. Mereka juga menyiapkan resep sehat yang berpotensi menjadi sumber penghasilan baru, jamu jahe serbuk.
Kegiatan pendampingan ini digagas oleh Tim PPK ORMAWA HIMAKESMAS Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar. Lansia dibimbing langsung oleh Dosen Farmasi, apt. Safriana, S.Farm., M.Si., dan Dosen Pendamping Tim Pelaksana, Eva Flourentina Kusumawardani, S.K.M., M.Epid., untuk memanfaatkan jahe putih dan rempah alami yang mudah ditemukan di rumah.
Menurut apt. Safriana, jamu jahe serbuk memiliki manfaat untuk meredakan nyeri sendi, menjaga daya tahan tubuh, dan memberi kehangatan alami yang dibutuhkan di usia lanjut.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
“Dengan bentuk serbuk, jamu lebih tahan lama dan praktis disajikan, sehingga berpotensi menjadi produk usaha bernilai jual,” jelasnya, dikutip dari pernyataannya, Kamis (14/08/2025).
Tahap berikutnya, para lansia akan mengikuti pelatihan pengemasan agar produk siap dipasarkan. Harapannya, keterampilan ini dapat menambah penghasilan tanpa mengganggu pekerjaan utama mereka sebagai petani sayuran.
“Setelah mencicipi jamu jahe ini, tubuh terasa hangat, keluar keringat, dan rasanya segar,” tutur salah satu peserta lansia sambil tersenyum puas.



.jpg)







