-->

Rahman S.H: Maraknya Kecelakaan di Jalur Lintas Barat Selatan Aceh Menuju Medan Akibat Kelalaian Pemerintah

23 Desember, 2025, 18.29 WIB Last Updated 2025-12-23T11:31:36Z
LINTAS ATJEH | ACEH SINGKIL - Pegiat sosial dan politik, Rahman, S.H, mengecam keras kelalaian pemerintah yang dinilainya menjadi faktor utama tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur lintas barat selatan aceh menuju Kota Medan, khususnya menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Rahman, S.H menyatakan bahwa kondisi infrastruktur jalan di jalur tersebut sangat memprihatinkan. Sejumlah titik jalan ditemukan berlubang dan dibiarkan tanpa perbaikan, terdapat pengerukan aspal yang tidak diselesaikan secara tuntas, serta lemahnya pengawasan terhadap kendaraan angkutan crude palm oil (CPO) yang melintas tanpa pengendalian ketat.

Menurut Rahman, akhir-akhir ini situasi  semakin berbahaya  mengingat arus lalu lintas Nataru dipastikan mengalami peningkatan signifikan. “Pada momen Natal dan Tahun Baru, volume kendaraan meningkat drastis. Namun pemerintah justru membiarkan kondisi jalan yang rusak dan aktivitas angkutan berat tanpa pengawasan. Ini merupakan kelalaian serius yang membahayakan keselamatan masyarakat,” tegas Rahman S.H.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Ia menambahkan, kecelakaan lalu lintas di jalur lintas barat selatan aceh menuju Medan terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan telah menimbulkan korban jiwa serta kerugian materi. Kondisi tersebut, menurutnya, seharusnya dapat dicegah apabila pemerintah menjalankan fungsi pemeliharaan jalan dan pengawasan lalu lintas secara maksimal, terutama pada periode rawan seperti Nataru.

Rahman, S.H mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap infrastruktur jalan, menyelesaikan pekerjaan pengerukan aspal yang terbengkalai, serta memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan CPO, khususnya terkait muatan berlebih dan standar keselamatan yang mana sering tumpah di jalan lintas Meulaboh Subulussalam hingga ke Pakpak Barat. 
“Keselamatan pengguna jalan adalah tanggung jawab negara. Di tengah arus mudik dan libur Nataru yang padat, pemerintah wajib hadir dan memastikan jalur lintas barat selatan benar-benar aman bagi masyarakat,” pungkas Rahman, S.H.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini