LINTAS ATJEH | BIREUEN - Kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan dan pemulihan pascabencana kembali ditunjukkan Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani dan jajarannya turun langsung menyemangati ratusan personel Polres Bireuen yang melaksanakan aksi sosial pembersihan TK Negeri Tgk Chik Makam di Gampong Samuti Aman, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Rabu pagi (07/01/2026).
Aksi kemanusiaan ini melibatkan ratusan anggota Polres Bireuen yang didampingi Kabag Ops Kompol Darmansyah, SH, Kabagren Kompol Hartana, S.Sos, Kapolsek Gandapura AKP Hendri Yunan, serta jajaran. Mereka bahu-membahu membersihkan lumpur sisa banjir hidrometeorologi yang menutupi halaman dan lingkungan sekolah, demi memastikan aktivitas belajar anak-anak dapat segera kembali normal.
Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani melalui Kabag Ops AKP Darmansyah kepada media menegaskan bahwa Polri senantiasa hadir untuk masyarakat, khususnya dalam situasi darurat pascabencana.
“Polri untuk masyarakat pascabanjir, hampir setiap hari kami melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur yang mengotori fasilitas umum, rumah ibadah, sekolah, hingga kantor-kantor di wilayah Kabupaten Bireuen,” ujarnya.
Kehadiran Kapolres di tengah-tengah anggota yang sedang bekerja sosial sempat menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban. Para guru TK yang awalnya sibuk menyiapkan minuman dan makanan ringan bagi anggota Polri tampak antusias saat mengetahui Kapolres dan Ipda Ambarita—sosok polisi humanis yang kerap tampil di televisi nasional hadir langsung di lokasi. Suasana pun riuh dengan permintaan swafoto dari para ibu guru, mencerminkan kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Kepala TK Negeri Tgk Chik Makam, Fatimah, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Polres Bireuen atas bantuan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Bireuen yang telah mengerahkan anggotanya untuk membantu membersihkan sekolah kami dari lumpur sisa banjir,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat banjir melanda, air sempat menggenangi ruang kelas hingga setinggi satu meter, sementara lumpur setebal sekitar 30 sentimeter tertinggal di dalam ruangan setelah air surut. Meski sebagian lumpur telah dibersihkan oleh wali murid dan para guru, kondisi halaman sekolah masih membutuhkan tenaga besar untuk penanganan maksimal.
Fatimah juga mengisahkan sejarah TK yang dipimpinnya. TK Negeri Tgk Chik Makam berdiri sejak 1995 atas inisiatif aparatur gampong, dan resmi dinegerikan berdasarkan SK Nomor 100.3.3.2/666 Tahun 2025 pada November 2025. Ironisnya, rencana peresmian status negeri tersebut bertepatan dengan musibah banjir besar yang melanda wilayah Gandapura.
Sementara itu, Keuchik Gampong Samuti Aman, Muhammad Wali Alkhalidi, mengungkapkan bahwa banjir hidrometeorologi yang terjadi sekitar sebulan lalu merendam wilayahnya secara parah. Sebanyak 70 unit rumah mengalami rusak berat dan ratusan lainnya rusak ringan, dengan ketinggian air dan lumpur bervariasi antara 10 sentimeter hingga lebih dari satu meter.
“Kami sangat membutuhkan alat berat seperti mini ekskavator untuk membersihkan jalan dan lorong-lorong gampong. Untuk kebutuhan beras dan sembako, alhamdulillah sementara sudah tertangani melalui bantuan dari pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Di lokasi kegiatan, tampak pula sejumlah ibu dan anak-anak murid TK yang hadir menyaksikan langsung aksi bersih-bersih tersebut. Keceriaan anak-anak semakin bertambah dengan kehadiran Ipda Ambarita, yang menjadi daya tarik tersendiri dan menghadirkan suasana penuh harapan di tengah pemulihan pascabencana.

