LINTAS ATJEH | ACEH BARAT - Kegiatan Psikososial Bintang Kecil Kolaboratif terlaksana dengan keikutsertaan Relawan Petani Muda Millenial (RPMM), CV Daratan Samudera dan Universitas Teuku Umar (UTU). Keseluruhan dari organisasi yang terlibat memilih Desa Sikundo dan Canggai, Pante Ceureumen, Aceh Barat sebagai lokasi pelaksanaannya.
Sebelumnya seluruh relawan kebencanaan melaksanakan kegiatan pada lokasi yang dituju, kegiatan diawali dengan pembekalan para relawan lintas organisasi tersebut yang berlangsung di kampus UTU oleh Maria Ulfa selaku Koordinator Psikososial Bintang Kecil berupa materi Psichologicak First Aid (PFA) pada 24 Januari 2026, setelahnya barulah para relawan menuju lokasi yang dituju.
Salah satu relawan kebencanaan dari Relawan Petani Muda Millenial (RPMM) sebagai organisasi yang terlibat, Zakari Aditya (Ketua Bidang Logistik RPMM) menyampaikan kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Sikundo dan Canggai dikarenakan kedua desa tersebutlah yang terdampak paling parah di Aceh Barat dan fokus utamanya adalah memberikan terapi kepada anak-anak yang terdampak bencana.
"Pelaksanaan kegiatan kolaboratif psikososial bintang kecil ini dilaksanakan di Desa Sikundo dan Canggai, Pante Ceureumen, Aceh Barat dikarenakan kedua desa ini adalah daerah terdampak parah dari bencana yang terjadi di Aceh Barat. Fokus utama kegiatan kali ini adalah memberikan terapi kepada anak-anak terdampak bencana," jelas Zakari Aditya.
Kegiatan yang berpesertakan 20 orang mahasiswa itu dimulai dari tanggal 25-28 Januari 2026. Dalam kegiatan itu anak-anak Desa Sikundo dan Canggai yang turut hadir berjumlah 67 anak mulai dari TK hingga SD.
Zakari Aditya kembali melanjutkan penjelasannya dengan mengatakan bahwasanya bentuk kegiatan yang dilaksanakan di lokasi terdampak bencana itupun beragam, seperti senam bersama, story telling tentang banjir, membaca buku hingga menggambar dan bermain kolase.
"Bentuk kegiatan yang dilaksanakan beranekaragam dan kami relawan dibagi-bagi menurut kelompoknya masing-masing," lanjut Zakari Aditya.
Di akhir penjelasannya, Zakari Aditya berharap kegiatan-kegiatan yang berfokus pada terapi anak-anak korban terdampak bencana ini dapat terus menerus dilakukan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk dilaksanakan juga pada daerah terdampak lain mengingat anak-anak adalah generasi penerus bangsa.
"Kami harap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus-menerus dilaksanakan dan mendapatkan dukungan untuk juga dapat dilaksanakan pada titik-titik lain yang sama-sama terdampak bencana. Kegiatan yang berfokus pada terapi anak-anak terdampak bencana ini tentunya sangatlah baik, sebab anak-anak tersebut adalah generasi penerus bangsa yang tak boleh kita lalaikan terkait tumbuh kembangnya," tutup Zakari Aditya.[*/Red]


