LINTAS ATJEH | BIREUEN - Kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Bireuen. Puluhan personel Polres Bireuen turun langsung membersihkan endapan lumpur di lingkungan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Cot Mee, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Selasa (27/01/2026), tepatnya di Dusun Tgk Dilipah, Gampong setempat.
Aksi sosial ini menjadi bukti keseriusan Polri dalam membantu pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan dasar masyarakat pasca banjir. Pembersihan dilakukan di halaman Poskesdes, Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer), serta rumah Bidan Desa yang berada dalam satu lingkungan pelayanan kesehatan gampong.
Kegiatan tersebut dikoordinir oleh Kabag SDM Polres Bireuen Kompol Irvansyah, dengan Ketua Tim (Katim) AKP M. Tahar, S.H. Puluhan personel tampak berjibaku dengan lumpur menggunakan peralatan sederhana seperti gerobak dorong, cangkul, dan sekop, membersihkan endapan lumpur yang cukup tebal akibat banjir hidrometeorologi.
Poskesdes Cot Mee sendiri merupakan pusat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan ibu hamil dan kesehatan umum. Sementara Posyandu ILP melayani kesehatan balita, remaja, dan lansia.
Bidan Gampong Cot Mee, Sri Wahyuni, A.Md.Kep, (32) menjelaskan bahwa saat banjir melanda, air sempat merendam Poskesdes dan Posyandu hingga mencapai satu meter, meninggalkan endapan lumpur setinggi lebih dari 70 sentimeter.
“Untuk bagian dalam ruangan sudah dibersihkan oleh warga dan relawan. Namun masih banyak peralatan dan perlengkapan kesehatan yang rusak dan belum tertata rapi. Kehadiran Polres Bireuen sangat membantu kami mempercepat pemulihan,” ujar Sri Wahyuni.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Ia juga menambahkan bahwa sebelum banjir, pelayanan kesehatan di Gampong Cot Mee berjalan dengan baik. Tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, khususnya kunjungan ibu hamil ke Poskesdes dan Puskesmas, tergolong tertib. Pelayanan kesehatan balita, remaja, dan lansia rutin dilakukan melalui Posyandu ILP setiap bulan dengan pendampingan tim Puskesmas.
Terkait isu stunting, Sri Wahyuni menyebutkan bahwa di Gampong Cot Mee hanya terdapat masing-masing satu anak dengan status stunting dan gizi lemah.
“Faktor utamanya lebih kepada pola makan, bukan karena keterbatasan layanan. Oleh karena itu kebersihan lingkungan, pemulihan fasilitas kesehatan, dan edukasi gizi pasca banjir menjadi sangat penting,” tambahnya.
Sementara itu, Keuchik Gampong Cot Mee, Muhammad Zubir (34), menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Polres Bireuen terhadap masyarakatnya.
“Saya selaku Keuchik Gampong Cot Mee mengucapkan terima kasih yang luar biasa kepada Polres Bireuen dan seluruh jajarannya yang telah membantu membersihkan lumpur di halaman Poskesdes, Posyandu, dan rumah Bidan Desa. Ini sangat berarti bagi kami dan masyarakat,” ungkapnya.
Aksi bersih-bersih ini tidak hanya berdampak pada pemulihan fasilitas kesehatan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam menjaga kebersihan lingkungan, mencegah munculnya penyakit pasca banjir, serta mendukung upaya pencegahan stunting melalui pelayanan kesehatan yang kembali optimal.
Kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam situasi darurat seperti ini menjadi cerminan nyata semangat Polri Presisi, yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir dengan kepedulian, empati, dan pengabdian untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.[*/Red]
