LINTAS ATJEH | BIREUEN - Mengawali tahun baru 2026, pemandangan penuh kepedulian dan gotong royong terlihat di SMK Negeri 1 Peusangan. Puluhan personel TNI dari Kesatuan Batalion Infanteri TP 837/KT Kodam V/Brawijaya bersama guru dan para siswa berjibaku membersihkan lumpur sisa banjir yang menggenangi lingkungan sekolah, Kamis (1/1/2026). Sekolah tersebut terendam lumpur setinggi lebih dari satu meter, menyebabkan sejumlah dokumen penting dan buku pelajaran rusak bahkan hilang. Kondisi itu mengancam kesiapan sekolah dalam menyambut kegiatan belajar mengajar yang dijadwalkan kembali berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026.
Komandan Lapangan dari Batalion Infanteri TP 837/KT Kodam V/Brawijaya, Letnan Dua Infanteri Lambangwan, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan puluhan prajurit serta mengoordinasikan penggunaan alat berat dari Zidam Iskandar Muda (IM), didampingi personel Kodim 0111/Bireuen, untuk mempercepat proses pembersihan lumpur di area sekolah.
“Fokus kami adalah membantu percepatan pembersihan agar aktivitas pendidikan dapat segera berjalan normal. Pendidikan adalah prioritas bersama,” ujar Lettu Inf Lambangwan di sela-sela kegiatan.
Di lapangan, para prajurit terlihat bekerja tanpa mengenal lelah. Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, kereta sorong, sekrop, serta papan lebar yang dimodifikasi menyerupai cangkul besar, mereka menarik dan mendorong lumpur basah maupun yang telah mengeras dari ruang kelas, kantor guru, hingga halaman sekolah.
Tak hanya TNI, semangat gotong royong juga ditunjukkan oleh para guru dan siswa. Mereka membersihkan ruang kelas dan ruang guru, sekaligus memilah dokumen serta buku yang masih dapat diselamatkan.
Para siswa yang hadir, khususnya anggota Pramuka, tampak sangat antusias membantu, menyadari bahwa sekolah mereka harus siap digunakan kembali dalam waktu dekat.
Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Joko Trianto, ST, MPd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kepedulian semua pihak yang terlibat.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, terutama anggota TNI yang telah mengerahkan alat berat dan personel untuk membantu membersihkan sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan di SMK Negeri 1 Peusangan,” ujarnya.
Kehadiran TNI di tengah lumpur SMK Negeri 1 Peusangan bukan sekadar aksi pembersihan fisik, tetapi juga simbol kuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Di saat bencana melumpuhkan fasilitas pendidikan, kehadiran prajurit menjadi penguat moral bagi guru dan siswa bahwa mereka tidak berjuang sendiri.
Gotong royong lintas unsur ini mencerminkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika ruang kelas tertutup lumpur, yang dibutuhkan bukan hanya alat berat, tetapi juga kepedulian, solidaritas, dan keberpihakan pada masa depan generasi muda.
Tahun baru 2026 di SMK Negeri 1 Peusangan mungkin diawali dengan lumpur, namun semangat kebersamaan yang terbangun hari itu menjadi pondasi kuat untuk bangkit.


