-->

Tim PKM UNESA Perkuat Kapasitas Guru di Aceh Tamiang

22 Februari, 2026, 21.18 WIB Last Updated 2026-02-22T14:18:22Z
LINTAS ATJEH  |  ACEH TAMIANG - Tim PKM UNESA memperkuat kapasitas guru terkait literasi berbasis mitigasi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Hal itu dilakukan saat di tengah situasi pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang, pendidikan menjadi hal penting yang harus tetap berjalan sebagai bagian dari proses pemulihan. 

Namun, keberlanjutan pembelajaran tidak hanya bergantung pada kesiapan murid, melainkan juga pada kapasitas guru untuk beradaptasi dengan kondisi darurat yang dilakukan beberapa hari lalu.

Ketua Tim PKM Peduli Bencana LPPM Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Melia Dwi Widayanti, M.Pd kepada media ini, Minggu (22/02/2026) menjelaskan, program pendampingan guru dengan tema lentera "Pendampingan Bahan Ajar Literasi Berbasis Mitigasi Bencana bagi Anak Terdampak Bencana."

Katanya, kegiatan ini dilaksanakan pada SD Negeri 2 Percontohan Karang Baru yang diikuti oleh 30 guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang.

Hal itu diungkapkannya, sebagai upaya penguatan kompetensi dalam merancang pembelajaran literasi yang adaptif dan kontekstual. 

Melia menjelaskan, bahwa literasi tidak sekadar membaca dan menulis, tetapi juga proses mengolah, memahami, serta menggunakan informasi secara kritis.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Menurutnya, literasi memiliki peran krusial bagi anak-anak dalam situasi darurat karena kemampuan kognitif mereka masih berkembang dan membutuhkan pendampingan untuk memahami peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. 

“Kita semua tidak pernah ada yang siap dengan kondisi ini, tetapi kita sebagai guru memiliki kemampuan kognitif yang jauh lebih tinggi dibanding anak-anak," kata Melia.

Dikatakannya, maka anak-anak seharusnya kita lindungi. Jika memang mereka memiliki trauma, tugas kita untuk mendampingi, membantu mereka memahami situasi.

Dituturkannya, setelah sesi pemaparan materi, para guru dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi dan menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) literasi berbasis mitigasi bencana. 

Mereka saling bertukar gagasan terkait / darurat. Beberapa perwakilan kelompok kemudian mempresentasikan hasil rancangan LKPD mereka.

Melia mengungkapkan, dengan adanya pendampingan ini, guru diharapkan mampu memanfaatkan berbagai media pembelajaran secara inovatif, sehingga kegiatan belajar tetap berjalan efektif meskipun dalam keterbatasan pascabencana.
"Tim PKM agar pendidikan di Aceh Tamiang tetap berjalan, dimana guru memiliki kapasitas dan kesiapan untuk mendampingi siswa menghadapi situasi darurat, serta membentuk mereka sebagai generasi yang lebih tangguh dan sadar akan mitigasi bencana," harapnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini