LINTAS ATJEH | ACEH TIMUR - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh menyambangi langusung lokasi budidaya anggur yang memiliki greenhouse di SMK Negeri 1 Peureulak Kabupaten Aceh Timur, Jum'at (6/5/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin SPd MSP bersama rombongan melakukan kunjungan kerja dan safari Ramadhan Pemerintah Aceh mulai dari Wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh hingga ke Wilayah Timur.
Kadisdik Aceh, Murthalamuddin kepada media ini, Sabtu (7/3) mengatakan, anggur adalah salah satu tanaman buah yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan kaya manfaat.
"Namun, untuk menanam anggur dengan kualitas terbaik, lingkungan yang terkontrol seperti greenhouse menjadi solusi ideal," ujar Murthala.
Katanya, greenhouse memberikan perlindungan terhadap cuaca ekstrem, hama, dan penyakit, sehingga tanaman anggur dapat tumbuh optimal.
Ia mengugkapkan, keberkahan dalam berkebun menanam anggur ini juga bisa menjadi ibadah jika dilakukan dengan niat yang baik.
Harapannya, semoga budidaya anggur di SMK Negeri 1 Peurelak ini bisa menjadi income bagi sekolah dan menjadi contoh bagi sekolah kejurauan lainnya di Provinsi Aceh.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik).Wilayah Aceh Timur, Rahmatsah Putra SPd MSM menuturkan, ia menyambut baik budidaya anggur di sekolah ini apalagi sudah memiliki geeenhouse.
"Greenhouse ini diberikan berkat bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan mungkin saja budidaya anggur ini satu-satunya sekolah kejuruan di Provinsi Aceh yang dimiliki oleh SMK Negeri 1 Peureulak," kata Rahmatsah.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Dikatakannya, budidaya anggur ini menjadi salah satu tempat wisata education selain memperoleh hasil yang lainnya.
Sedangkan Kepala SMK Negeri 1 Peureulak, Agus Ridhwan SPd mengucapkan, terima kasih kepada Kadisdik Aceh dan rombongan serta Kacabdisdik Wilayah Aceh Timur dan Kasi yang telah melihat langusung budidaya anggur di sekolah ini.
Agus menjelaskan, budidaya anggur ini langkah pertama adalah persiapan greenhouse dengan memilih lokasi yang tepat dan memasyikan greenhouse mendapatkan sinar matahari yang cukup, karena anggur memerlukan cahaya matahari sekitar 6-8 jam sehari.
"Desain greenhouse menggunakan bahan penutup transparan seperti kaca atau plastik UV yang memungkinkan cahaya masuk. Pastikan sistem ventilasi berfungsi baik untuk menjaga sirkulasi udara. Sistem sistem irigasi tetes (drip irrigation) untuk menjaga kelembapan tanah tanpa membuatnya terlalu basah," ungkap Agus.
Kemudian langkah kedua pemilihan bibit anggur. Pemilihan bibit yang cocok dan berkualitas untuk lingkungan greenhouse. Sekarang ini kita memperbanyak bibit sendiri dan ada yang di datangkan dari luar daerah.
"Jupiter, Gozv, Tamaki, Basanti, Akademik, Baikonur, Donesky, Ogonyok dan Beuty Krasotka, adalah varietas anggur yang sekarang ini ditanam," sebut Agus.
Selanjutnya langkah ketiga, penanaman, perawatan sampai pemetikan hasil panen anggur. Ditambahkannya, saat penyiraman menggunakan sistem irigasi tetas dengan jadwal lima kali sehari dengan durasi tiga menit.
Lebih lanjut kepala sekolah menyampaikan, anggur ini mulai di tanam pada bulan Januari 2026 lalu di lahan 10x50 meter dengan jumlah 120 populasi tanaman, diperkirakan memperoleh hasil panen di bulan Agustus 2026 yang akan datang.
"Pihak sekolah mengucapkan terima kasih kepada pihak Cabdisdik Wilayah Aceh Timur yang terus memotivasi, Disdik Aceh yang telah mendukungnya serta bantuan greenhouse dari Kemedikdasmen," ucap Agus.[*/Red]
