LINTAS ATJEH | BIREUEN - YAKKUM Emergency Unit (YEU) bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen melaksanakan kegiatan serah terima simbolis sekaligus penguatan komitmen bersama dalam pengelolaan akses air bersih dan fasilitas kebersihan di Gampong Babah Suak serta sejumlah gampong lainnya di Kecamatan Kutablang, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari respon cepat pascabencana banjir hidrometeorologi 2025, yang difokuskan pada pemulihan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak.
Program Manager YEU, Imam Agus Faisal, melaporkan bahwa berbagai fasilitas telah dibangun dan kini telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Bantuan tersebut meliputi pembangunan sumur bor, menara air (water tower), sistem penyaringan air terintegrasi, toren air, hingga pemasangan jaringan pipa ke rumah warga. Selain itu, YEU juga melakukan pembersihan dan perbaikan sumur warga sesuai kebutuhan di masing-masing gampong.
Adapun gampong penerima manfaat di Kecamatan Kutablang meliputi Babah Suak, Blang Mee, Blang Panjo, Cot Ara, Cot Baroh, Cot Me, Jambo Kayeung, Keurumbok, Lhoknga, Meuse, Pulo Awe, Pulonga, Ramcong, Tingkeum Manyang, dan Ujong Blang.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, pengelolaan sarana air bersih dan fasilitas kebersihan komunal secara resmi diserahkan kepada pemerintah kecamatan dan pemerintah gampong. Hal ini sekaligus memperkuat komitmen bersama antar pemangku kepentingan agar pengelolaan dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan di tingkat komunitas.
Program ini juga mengangkat nilai kearifan lokal melalui pesan dalam bahasa Aceh, “Mari ta jaga ie gleh bersama, ie gleh untuk geutanyoe mandum!” yang mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga sumber daya air bersih secara kolektif.
Koordinator program turut menyampaikan bahwa sektor Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) menjadi fokus utama, dengan capaian pemulihan akses air bersih melalui pembangunan infrastruktur dan rehabilitasi sarana yang rusak akibat bencana.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Berdasarkan hasil monitoring pascadistribusi, lebih dari 90 persen penerima manfaat menyatakan puas terhadap bantuan yang diberikan. Survei dilakukan secara kuantitatif dengan cakupan minimal 5 persen dari total 10.450 penerima manfaat.
Masyarakat mengaku sangat terbantu dengan pulihnya akses air bersih yang berdampak langsung pada kebutuhan sehari-hari dan kesehatan keluarga.
Program ini dilaksanakan selama enam bulan, mulai Februari hingga Juni 2026, dengan dukungan mitra konsorsium Food for the Hungry (Fondasi Hidup).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, Kusna Rohana, menyampaikan bahwa program ini turut memperkuat perencanaan berbasis data di sektor kesehatan lingkungan. “Program dari YEU ini sangat membantu, terutama dalam mendukung pra-uji laboratorium kualitas air yang telah didiseminasikan sebelumnya sebagai dasar intervensi,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Kutablang, Erizal, STP, MM, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YEU atas komitmen dan koordinasi yang terjalin selama kurang lebih lima bulan pelaksanaan program. Ia juga berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun, serta mendorong YEU untuk melanjutkan program serupa di masa mendatang.
Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, yang diwakili oleh Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, SH, MM, menyambut baik program tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam pemulihan pascabencana tanpa dukungan berbagai pihak.
“Kolaborasi dengan lembaga kemanusiaan seperti YEU dan Fondasi Hidup sangat membantu percepatan pemulihan daerah dan kebangkitan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima antara pihak YEU, pemerintah kecamatan, dan para keuchik, serta peninjauan langsung fasilitas sanitasi dengan membuka kran air pada instalasi penampungan di Meunasah Gampong Babah Suak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut tim YEU, unsur Forkopimcam Kutablang, Sekretaris Dinas BPBD Bireuen Dedi Junaidi, S.STP, MM, Kabid SDK Safrizal, M.Kes, Kapolsek Iptu Ramadhansyah, unsur Posramil, mukim dan para keichik, perwakilan puskesmas, serta undangan lainnya.[*/Red]



.jpg)





