LINTAS ATJEH | ACEH SELATAN - H. Mirwan MS, SE., M.Sos, Bupati Aceh Selatan, secara resmi telah melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, pada Selasa (23/6/2026) itu didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Bupati Aceh Selatan Nomor: 821.22/132/2026 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama selaku Kepala Dinas, Kepala Badan, Asisten, dan Staf Ahli, serta Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.
Salah satu yang menjadi menarik adalah diganti nya Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Aceh Selatan dari yang sebelumnya Muchsin, ST kini di isi oleh Munharsam, SE, MSi dengan keterangan rotasi jabatan.
Pergantian Kadispar Aceh Selatan tersebut mendapat respon yang beragam salah satunya adalah dari Aktivis Pariwisata Aceh, Tonicko Anggara.
Menurut keterangannya, Tonicko Anggara mengapresiasi H. Mirwan MS, SE., M.Sos, Bupati Aceh Selatan atas pergantian Kadispar Aceh Selatan tersebut dengan membaca nya sebagai sebuah sinyal keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam melirik dan menjadikan sektor pariwisata sebagai sebuah sektor produktif yang selama ini dianggapnya terkesan mandul.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
"Kami mengapresiasi Bupati Aceh Selatan, Bpk. H Mirwan MS, SE., M. Sos atas pergantian Kadispar Aceh Selatan ini. Menurut kami pergantian Kadispar Aceh Selatan dari Muchsin, ST ke Munharsam, SE., M. Si adalah sebuah sinyal keseriusan Pemda Aceh Selatan dalam melirik dan menjadikan sektor pariwisata sebagai sebuah sektor produktif yang selama ini terkesan mandul," kata Tonicko, Rabu (24/06/2026).
Aktivis Pariwisata Aceh yang merupakan putra asli Aceh Selatan tersebut juga menyampaikan bahwa pergantian Kadispar Aceh Selatan tidak akan pernah mampu membuatnya berhenti memberikan kritikan tajam pada pemangku kebijakan pada sektor tersebut yang dalam hal ini adalah Kadispar Aceh Selatan selama sektor pariwisata dianggap gagal menjadi sektor produktif (mandul) dikarenakan selama ini itulah yang menjadi fokus utama beliau secara pribadi dan kelembagaan (LEPPAMI).
"Tentu, pergantian Kadispar Aceh Selatan tidak akan pernah mampu menghentikan kritikan tajam yang selama ini kami lontarkan pada isu-isu yang berkaitan dengan sektor pariwisata selama produktivitas pada sektor tersebut masih belum dapat diraih secara maksimal. Yang kami inginkan hanyalah sektor yang selama ini terkesan mandul (pariwisata) dapat memiliki dampak yang nyata bagi daerah terkhususnya bagi masyarakat Aceh Selatan," lanjutnya kembali.
Tonicko Anggara juga menekankan bahwasanya Kadispar Aceh Selatan yang baru saja terpilih dapat lebih mampu menerjemahkan Visi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan yakni Aceh Selatan Maju dan Produktif.
"Kami menekankan bahwa Kadispar Aceh Selatan yang baru saja terpilih harus mampu menerjemahkan Visi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan yakni Aceh Selatan Maju dan Produktif. Tentunya, tak hanya sekedar mampu mendefinisikan produktivitas sektor pariwisata tersebut secara definisi, akan tetapi harus terwujud nyata dalam realita dilapangan," tutupnya dengan tegas.[*/Red]
