-->

Kenduri Blang Cot Tunong, Wujud Syukur dan Semangat Swasembada Pangan

07 Juni, 2026, 18.34 WIB Last Updated 2026-06-07T11:36:25Z
LINTAS ATJEH | BIREUEN - Ratusan warga Gampong Cot Tunong, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, berkumpul di Dusun Ranup Uteun, kawasan lahan persawahan gampong setempat, Minggu (07/06/2026), untuk melaksanakan tradisi adat Kenduri Blang atau Kenduri Tron U Blang.

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan masyarakat tersebut diawali dengan doa dan pengajian bersama yang dipimpin oleh Imum Syik Gampong Cot Tunong, Tgk. Hanafiah. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus permohonan agar musim tanam tahun ini diberikan keberkahan, hasil panen yang melimpah, serta terhindar dari berbagai gangguan yang dapat merusak tanaman pasca musibah banjir hidrometeorologi yang melanda Aceh beberapa bulan lalu.

Sebagai gampong yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian, Kenduri Blang memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Cot Tunong. Sekitar 85 persen warga setempat berprofesi sebagai petani yang mengelola lahan persawahan maupun perkebunan.

Keuchik Gampong Cot Tunong, Hasballah Hasan, SE, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan secara gotong royong oleh seluruh warga sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

"Kenduri ini merupakan agenda tahunan yang kami laksanakan secara gotong royong. Kali ini warga memasak bersama-sama di kawasan pinggiran sawah sebagai wujud syukur dan harapan agar panen tahun ini melimpah serta mendukung terwujudnya program swasembada pangan," ujar Hasballah.

Ia menjelaskan, Gampong Cot Tunong memiliki areal persawahan seluas 58,5 hektare yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian demi mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Hasballah juga menyambut baik berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai semakin berpihak kepada petani, seperti bantuan pompanisasi, Bantuan Brigade Pangan, penetapan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram yang memberikan kepastian harga bagi petani, serta penurunan harga pupuk bersubsidi yang sangat membantu menekan biaya produksi.

"Kebijakan tersebut memberikan semangat baru bagi petani untuk terus meningkatkan produksi pertanian dan menjaga ketahanan pangan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SE., MM., yang hadir memberikan dukungan langsung kepada para petani menegaskan bahwa Kenduri Blang bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan bagian dari nilai-nilai syariat Islam yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

"Kenduri Blang merupakan warisan budaya yang sarat makna. Di dalamnya terkandung doa, ikhtiar, kebersamaan, dan semangat menjaga sumber kehidupan masyarakat. Pertanian tidak hanya dikelola dengan teknologi, tetapi juga dengan hati, kebersamaan, dan rasa syukur kepada Allah SWT," ujar Mulyadi.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bireuen terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui program Brigade Swasembada Pangan yang saat ini telah ditempatkan di setiap kecamatan untuk mendampingi petani secara langsung di lapangan.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Menurutnya, keberadaan Brigade Pangan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani sebagai mitra dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, 

program pompanisasi yang telah berjalan terbukti mampu meningkatkan indeks pertanaman dan menjaga ketersediaan air pada lahan pertanian.

"Melalui pemanfaatan pompanisasi yang optimal, produktivitas padi di sejumlah lokasi mampu mencapai rata-rata tujuh ton per hektare. Karena itu, kami mendorong petani agar dapat memanfaatkan momentum musim tanam secara tepat waktu sehingga panen dapat dilakukan lebih cepat dan lahan segera dipersiapkan kembali untuk musim tanam berikutnya," jelasnya.

Mulyadi juga menekankan pentingnya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari pola tanam yang selama ini dilakukan. Dengan pengaturan jadwal tanam yang baik dan dukungan sarana produksi pertanian, pihaknya menargetkan peningkatan IP hingga mencapai 2,5 kali tanam dalam setahun.

Selain itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen terus melakukan kajian dan pemetaan pola tanam yang ideal guna meminimalkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman.

"Kami terus melakukan pendampingan dan pengkajian terhadap pola tanam yang paling sesuai di setiap wilayah. Harapannya, petani memiliki pedoman yang tepat dalam menentukan waktu tanam sehingga produktivitas meningkat, risiko serangan organisme pengganggu tanaman dapat ditekan, dan kesejahteraan petani semakin baik," katanya.

Kenduri Blang tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen Mulyadi, SE., MM., unsur Gapoktan Kecamatan Gandapura, Brigade Swasembada Pangan, Ketua PMI Kabupaten Bireuen Edi Saputra, SH., MM., Anggota DPRK Bireuen Hidayatus Siddiq, S.Pd., MM., tokoh agama Kecamatan Setempat, para penyuluh pertanian, Pihak keamanan, BKAD Gandapura, serta tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan, mencerminkan kuatnya nilai-nilai adat, budaya, serta semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus mendukung pembangunan sektor pertanian dan program swasembada pangan nasional.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini