LINTAS ATJEH | ACEH TIMUR - Program swasembada pangan mulai dilaksanakan di Gampong Paya Gajah, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Ditandai dengan dimulainya pembajakan puluhan hektare lahan sawah pada Sabtu (6/6/2026), program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Keuchik Gampong Paya Gajah, Azhar, mengatakan bahwa program swasembada pangan merupakan upaya strategis untuk mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki gampong.
Pemerintah gampong bersama kelompok tani dan masyarakat berkomitmen menyukseskan program tersebut guna meningkatkan produksi pangan dan memperkuat perekonomian warga.
"Program swasembada pangan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat gampong. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif demi keberhasilan program ini," ujar Azhar.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas berbagai bantuan yang telah diberikan kepada petani di Gampong Paya Gajah melalui program Brigade Pangan. Bantuan tersebut berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti traktor untuk pengolahan lahan serta mobil combine harvester yang sangat membantu petani dalam proses panen.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Menurut Azhar, kehadiran alsintan modern tersebut mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, mengurangi biaya produksi, serta mempercepat proses tanam dan panen sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian yang telah memberikan perhatian besar kepada petani melalui bantuan traktor dan combine harvester. Bantuan ini sangat bermanfaat dalam mendukung program swasembada pangan dan meningkatkan hasil pertanian masyarakat," katanya.
Meski demikian, Azhar berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian, terutama melalui normalisasi jaringan irigasi, perbaikan sungai kecil, serta pembangunan dan perbaikan jaringan perpipaan air untuk kebutuhan pengairan sawah.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Dengan sistem irigasi yang memadai, petani akan lebih mudah mengelola lahan dan meningkatkan indeks pertanaman setiap tahunnya.
Pelaksanaan program swasembada pangan di Gampong Paya Gajah melibatkan kelompok tani, Anggota Babinsa Koramil 14 Peureulak Barat, aparatur gampong, penyuluh pertanian, serta berbagai pihak lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan modern sebagaimana menjadi target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Dengan dukungan alat pertanian modern dari Kementerian Pertanian serta partisipasi aktif masyarakat, Gampong Paya Gajah optimistis dapat menjadi salah satu sentra produksi pangan yang mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Timur.[*/Red]
