-->

Hari Anak Nasional 2026: Pengalaman Menjadi Relawan Psikososial, Shinta Devi Ajak Semua Pihak Lebih Peduli terhadap Anak-Anak Aceh

24 Juli, 2026, 14.01 WIB Last Updated 2026-07-24T07:01:27Z
LINTAS ATJEH | GAYO LUES - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum refleksi bagi Shinta Devi, yang selama ini aktif sebagai relawan psikososial perlindungan anak di berbagai wilayah terdampak bencana di Aceh.

Berbekal pengalaman mendampingi anak-anak dalam proses pemulihan pascabencana, Shinta Devi menilai bahwa setiap anak berhak memperoleh rasa aman, kasih sayang, pendidikan yang layak, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Menurutnya, kehadiran dan kepedulian orang dewasa menjadi bagian penting dalam membantu anak-anak bangkit dari berbagai pengalaman sulit yang mereka alami.

Selama menjadi relawan psikososial perlindungan anak, Shinta Devi kerap berinteraksi langsung dengan anak-anak di berbagai daerah terdampak bencana. Ia menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak tetap memiliki semangat untuk belajar, bermain, dan meraih cita-cita meski berada di tengah berbagai keterbatasan.

Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi anak-anak di wilayah terdampak banjir hidrometeorologi Aceh. Sebagian sekolah masih menggunakan tenda darurat karena bangunan belum sepenuhnya pulih. Ketersediaan buku pelajaran dan sarana belajar juga masih terbatas. Di beberapa daerah terpencil, akses menuju sekolah masih sulit sehingga anak-anak harus melintasi jembatan darurat maupun jembatan gantung sederhana, seperti di kawasan Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, serta beberapa wilayah di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
"Hari Anak Nasional bukan hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa masih banyak anak-anak yang membutuhkan perhatian, perlindungan, pendidikan yang layak, serta lingkungan yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang," ujar Shinta Devi.

Ia berharap pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat terus memperkuat kolaborasi dalam memenuhi hak-hak anak, terutama bagi mereka yang masih merasakan dampak bencana.

"Semoga anak-anak Aceh dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman, memiliki fasilitas pendidikan yang memadai, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia. Senyum mereka adalah harapan bagi masa depan Aceh dan Indonesia," tuturnya.

Shinta Devi menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Momentum Hari Anak Nasional 2026 diharapkan menjadi penguat komitmen bersama untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak-haknya secara utuh tanpa terkecuali.
Selamat Hari Anak Nasional 2026. Anak Hebat, Indonesia Kuat. Bersama menjaga senyum anak-anak Aceh, bersama membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini