LINTAS ATJEH | BIREUEN - Ratusan jamaah dari berbagai gampong di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, larut dalam zikir, tausiah dan doa bersama untuk memohon ampunan serta perlindungan Allah SWT agar masyarakat Aceh dijauhkan dari berbagai bala, musibah dan bencana.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu malam, 16 September 2026, ba’da Isya, tersebut dipusatkan di Masjid Besar Taqwa Gandapura. Awalnya, rangkaian zikir, tausiah dan takbir direncanakan berlangsung di halaman masjid. Namun, karena hujan rintik disertai angin, kegiatan dipindahkan ke dalam masjid demi kenyamanan dan keselamatan jamaah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tgk Ukhiya, Dewan Guru Dayah Darussa’adah Cot Puuk Gandapura. Pembacaan Al-Qur’an tersebut menjadi pembuka dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Selanjutnya, Ustaz H. Zul Arafah, Pimpinan Majelis Zikir Arafah dan Safari Subuh Arafah Aceh, didampingi Zaini Yusuf, ST atau Bang M, memimpin langsung zikir, tausiah dan doa bersama. Acara dipandu oleh Tgk Iryadi, S.A.P. sebagai pembawa acara.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Gandapura Birul Walidin, S.STP., M.Ec.Dev., Wakil DPRK Bireuen Surya Dharma, SH, para tokoh agama, BKAD, BKM Masjid Taqwa, unsur keamanan dari Polsek dan Koramil 08 Gandapura, para keuchik se-Kecamatan Gandapura, staf Kantor Camat bersama ibu-ibu PKK gampong, pemuda serta ratusan masyarakat.
Suasana semakin khidmat ketika lantunan zikir, istighfar, tahlil dan takbir menggema di dalam Masjid Taqwa. Sejumlah jamaah bahkan terlihat meneteskan air mata ketika Ustaz H. Zul Arafah mengajak seluruh hadirin melakukan introspeksi diri, memohon ampun atas dosa dan kesalahan serta memperbanyak mengingat Allah SWT.
Dalam tausiah, Ustaz H. Zul Arafah mengingatkan bahwa berbagai musibah hendaknya menjadi momentum bagi manusia untuk melakukan introspeksi dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, manusia memiliki keterbatasan. Karena itu, selain ikhtiar secara lahiriah, umat Islam juga perlu memperkuat ikhtiar batin melalui zikir, istighfar, doa, taubat dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia.
“Zikir bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi harus menjadi jalan untuk membersihkan hati, memperbaiki akhlak dan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan zikir dan doa, kita memohon agar Allah melindungi kita, keluarga, kampung dan negeri kita dari segala bala dan musibah,” pesannya.
Ia mengajak jamaah memperbanyak istighfar, membaca shalawat, tahlil, tahmid, tasbih dan berbagai zikir lainnya, terutama setelah salat maupun dalam kegiatan zikir bersama.
Ustaz Zul juga mengingatkan bahwa jika manusia ingin dijauhkan dari bala, maka jangan hanya mengingat Allah ketika musibah telah datang.
“Kalau kita ingin dijauhkan dari bala, jangan hanya berdoa ketika musibah datang. Sebelum musibah terjadi, mari kita mendekat kepada Allah, memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan sesama dan memperbanyak amal kebaikan,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, ia juga mengajak jamaah merenungkan hubungan manusia dengan Allah dan Rasulullah.
“Cinta kepada Allah, banyak berzikir. Cinta kepada Rasulullah, banyak berselawat. Kalau cinta kepada diri sendiri?” tanya Ustaz Zul kepada jamaah.
Ia kemudian menjawab bahwa salah satu bentuk kecintaan terhadap diri sendiri adalah memperbanyak istighfar dan bertaubat, karena manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan.
Dengan suara yang penuh penghayatan dan gerakan yang menyentuh, Ustaz Zul mengajak seluruh jamaah mengakui kelemahan dan dosa masing-masing di hadapan Allah SWT. Jamaah kemudian mengikuti dengan menadahkan tangan sambil membaca doa-doa taubat.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Ia juga mengingatkan bahwa dalam sejarah umat manusia, berbagai peristiwa dan musibah telah menjadi peringatan agar manusia kembali kepada Allah. Karena itu, kemaksiatan, perjudian, penyalahgunaan narkoba, perzinaan maupun berbagai bentuk kemungkaran tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
Menurutnya, masyarakat, tokoh agama maupun para pemimpin memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan dan mencegah kemungkaran sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
Di tengah suasana tersebut, jamaah juga diajak mengingat berbagai musibah besar yang pernah terjadi, seperti banjir bandang, gempa bumi, tsunami dan letusan gunung sebagai bagian dari pelajaran agar manusia senantiasa meningkatkan ketakwaan dan kewaspadaan.
Ustaz Zul turut menyampaikan bahwa para ahli kebencanaan telah lama mengingatkan adanya berbagai potensi bencana di masa depan. Namun, kapan dan bagaimana sebuah bencana terjadi merupakan sesuatu yang tidak diketahui manusia secara pasti.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kemampuan manusia, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
“Zikir kita kuatkan, doa kita panjatkan, ikhtiar kita tingkatkan. Semoga Allah SWT menjaga Aceh, menjaga negeri kita, menjaga keluarga kita dan menjauhkan kita semua dari bala, musibah dan bencana,” katanya.
Ia juga berpesan agar setiap musibah tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan. Sebaliknya, musibah harus dijadikan pelajaran untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat persaudaraan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Doa dan zikir bukan berarti kita meninggalkan ikhtiar. Masyarakat tetap harus menjaga lingkungan, mengikuti arahan pemerintah dan melakukan berbagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan bencana,” tegasnya.
Sementara itu, Umum Syik Besar Masjid Taqwa Gandapura, Tgk Burhanuddin Usman atau Waled Burhan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ustaz H. Zul Arafah beserta seluruh tamu dan jamaah yang telah hadir.
Ia mengatakan kegiatan zikir menjadi penting karena orang-orang yang senantiasa mengingat Allah akan selalu berusaha menghadirkan cahaya dan nur Ilahi dalam kehidupannya.
“Terima kasih kepada Ustaz H. Zul Arafah dan seluruh tamu yang telah hadir, termasuk Camat, anggota DPRK, para tokoh agama dan seluruh masyarakat. Kita berzikir karena kita berharap cahaya dan nur Ilahi senantiasa bersama orang-orang yang berzikir,” ujar Waled Burhan.
Ia berharap melalui zikir dan doa bersama tersebut, masyarakat Gandapura khususnya dan Aceh umumnya senantiasa mendapat rahmat, kedamaian dan ketenteraman.
“Semoga dengan zikir ini kita mendapat rahmat Allah SWT dan dijauhkan dari huru-hara dunia yang serba tidak menentu. Hujan yang turun malam ini juga kita harapkan menjadi rahmat dan membawa kedamaian serta ketenteraman bagi masyarakat Gandapura khususnya dan Aceh pada umumnya,” harapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustaz H. Zul Arafah. Dengan suasana penuh haru, seluruh jamaah menadahkan tangan, memohon ampunan, keselamatan, keberkahan dan perlindungan Allah SWT bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat Gandapura dan seluruh Aceh.




