LINTAS ATJEH | BIREUEN - Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Obama. Ia turun langsung menjenguk Suryani, seorang janda tiga anak yang menjadi korban kebakaran rumah di Gampong Cot Tunong, Kecamatan Gandapura.
Dalam kunjungannya, Edi Obama menyerahkan bantuan kepada Suryani sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang kini harus menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran.
Edi tidak hanya datang untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga menyempatkan diri berbincang dengan keluarga korban, mendengarkan kondisi mereka serta melihat kebutuhan yang diperlukan pascakebakaran.
“Kita hadir karena kemanusiaan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban Ibu Suryani dan keluarga. Yang terpenting, mereka tahu bahwa masih banyak pihak yang peduli dan tidak membiarkan mereka menghadapi musibah ini sendirian,” ujar Edi Obama.
Usai mengunjungi korban, Edi Obama kemudian melanjutkan silaturahmi dan koordinasi bersama Muspika Kecamatan Gandapura. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai di salah satu warung kopi di kawasan Keudee Gurugok, Gandapura.
Di tengah suasana ngopi tersebut, berbagai hal dibicarakan, mulai dari kondisi korban kebakaran, perkembangan masyarakat, hingga kegiatan olahraga dalam rangka menyambut HUT ke-27 Kabupaten Bireuen.
Obrolan pun mengalir ke turnamen sepak bola antarkecamatan yang saat ini memasuki babak penting. Kecamatan Gandapura sore ini dijadwalkan berhadapan dengan Kecamatan Makmur pada laga semifinal.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Pertandingan tersebut diprediksi menjadi salah satu perhatian masyarakat karena mempertemukan dua kecamatan yang sama-sama membawa semangat dan kebanggaan daerah masing-masing.
Bagi Edi Obama, momentum HUT Bireuen tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat.
“Sepak bola ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Ini bagian dari bagaimana kita membangun silaturahmi. Masyarakat berkumpul, saling mendukung dan menjaga persaudaraan. Itu yang paling penting,” katanya.
Menurut Edi, semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan olahraga juga harus diwujudkan dalam kehidupan sosial, terutama ketika ada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Ia menilai kepedulian terhadap korban kebakaran merupakan bagian dari semangat gotong royong yang harus terus dipelihara.
“Ketika ada masyarakat kita yang terkena musibah, kita harus hadir. Pemerintah, PMI, Muspika, aparatur gampong dan masyarakat harus saling menguatkan. Inilah semangat kebersamaan yang harus kita jaga,” ujarnya.
Sementara itu, kunjungan Edi Obama ke Gandapura memperlihatkan bagaimana kegiatan kemanusiaan, koordinasi pemerintahan dan aktivitas masyarakat dapat berjalan beriringan.
Dari rumah Suryani yang dilanda musibah, Edi kemudian duduk bersama Muspika di warung kopi, membicarakan kondisi masyarakat sekaligus menyambut semangat olahraga HUT Bireuen.
Sebuah pesan sederhana muncul dari Gandapura hari itu: di tengah masyarakat yang sedang merayakan kebersamaan, mereka yang sedang tertimpa musibah juga tidak boleh dilupakan.
Semangat itu pula yang diharapkan terus tumbuh di Kabupaten Bireuen—bersama dalam kegembiraan, bersama pula ketika menghadapi kesulitan.[*/Red]
