-->

HUT ke-27 Bireuen di Tengah Pemulihan Pascabanjir: Mukhlis Hadapi Ujian Besar, Rakyat Menanti Bukti Nyata!

12 Oktober, 2026, 19.20 WIB Last Updated 2026-10-12T12:20:36Z
LINTAS ATJEH | BIREUEN - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk memperkuat komitmen pembangunan sekaligus menjawab harapan masyarakat di tengah upaya pemulihan pascabanjir. Di balik peringatan hari jadi tersebut, tersimpan pekerjaan besar yang menuntut kepemimpinan, keberanian mengambil keputusan, serta kerja nyata untuk membawa Bireuen menuju masa depan yang lebih baik.

Bagi Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, bersama Wakil Bupati Razuardi, MT, dan seluruh jajaran pemerintahan daerah, usia ke-27 Kabupaten Bireuen bukan sekadar angka atau agenda tahunan. Momentum ini menjadi ujian penting untuk membuktikan bahwa pemerintah mampu menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Bukan sekadar seremoni, rakyat menanti bukti. Pemulihan infrastruktur yang terdampak banjir, perhatian terhadap warga korban bencana, penguatan ekonomi masyarakat, pemerataan pembangunan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi pekerjaan yang tidak boleh berhenti pada janji dan perencanaan.

Rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen dipusatkan di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Bireuen. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Aceh, Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, anggota DPRK Bireuen, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta undangan dari berbagai kalangan.

Turut hadir Ketua PPP Kabupaten Bireuen Edi Obama, SE, MM, dan Ketua PPP Provinsi Aceh Amiruddin Idris, bersama sejumlah tokoh yang ikut memberikan perhatian terhadap perjalanan pembangunan Kabupaten Bireuen.

Peringatan tersebut juga menjadi ruang penghormatan bagi aparatur sipil negara (ASN), kalangan swasta, dan pewarta yang menerima penghargaan atas dedikasi serta kontribusi mereka selama setahun terakhir.

Pemberian penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap individu yang dinilai telah memberikan sumbangsih bagi daerah sesuai bidang pengabdian masing-masing.

Namun, penghargaan dan perayaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, insan pers, dan seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap Bireuen.

Pantauan Pewarta selesai rangakaian upacara HUT di RTH Cot Gapu melalui mikropon nc mengarahkan semua yang hadir tersebut di arahkan ke kantor Bupati pada acara maulid Kabupaten Bireuen.

Di tengah rangkaian peringatan hari jadi, perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan juga diwujudkan melalui pemberian santunan kepada 200 anak yatim yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bireuen.

Anak-anak yatim tersebut hadir dengan didampingi para keuchik dari gampong masing-masing. Keterlibatan para pemimpin gampong menjadi bagian penting dalam memastikan perwakilan penerima santunan dari berbagai wilayah dapat mengikuti kegiatan tersebut.

Santunan ini menghadirkan pesan bahwa peringatan hari jadi kabupaten tidak semestinya hanya berbicara tentang capaian pembangunan dan agenda pemerintahan, tetapi juga tentang kepedulian sosial, kebersamaan, serta tanggung jawab terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Di tengah kondisi pascabanjir, semangat saling membantu menjadi modal sosial yang penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat Bireuen.

Usai upacara dan rangkaian kegiatan di RTH Cot Gapu, para undangan diarahkan menuju Kantor Bupati Bireuen untuk mengikuti acara Maulid Kabupaten Bireuen.

Suasana kebersamaan terlihat melalui penyediaan hidangan di halaman Kantor Bupati. Masing-masing kecamatan menghadirkan menu hidangan tersendiri, sementara sejumlah tenda makan juga disiapkan dengan keterlibatan pihak sekolah.

Penataan hidangan tersebut memperlihatkan partisipasi berbagai unsur dalam menyukseskan kegiatan. Para tamu dan undangan menikmati sajian yang disediakan di area halaman, sedangkan hidangan bagi pejabat ditempatkan di dalam gedung.

Tradisi Maulid tidak hanya menjadi bagian dari peringatan keagamaan, tetapi juga ruang silaturahmi untuk mempererat hubungan antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga.

Meski demikian, di tengah suasana kebersamaan tersebut, tantangan pembangunan pascabanjir tetap menjadi pekerjaan utama yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah kehadiran sejumlah tokoh yang dikenal sebagai pendiri Kabupaten Bireuen, yakni H. Subarni A. Gani, H. Sofyan Ali yang dikenal dengan Yan PT, H. Zulkifli Ali, dan Ridwan Khalid.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan Kabupaten Bireuen dibangun melalui perjuangan, gagasan, dan pengabdian generasi terdahulu.

Di tengah dinamika pembangunan saat ini, sejarah pendirian daerah semestinya menjadi pijakan untuk melanjutkan cita-cita menjadikan Bireuen sebagai kabupaten yang maju, mandiri, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Dalam suasana setelah sebagian besar undangan meninggalkan lokasi, Bupati Mukhlis masih terlihat bersama sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat yang hadir, di antaranya Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf. Dikdik Sukayat, S.I.P., M.I.P., serta Komandan Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti, Letkol Inf. Agus Susanto, S.Sos.

Tokoh ulama Darwis Jeunib dan Abiya Jeunib juga disebut berada dalam rangkaian kebersamaan tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah tokoh tersebut baru beranjak dari Kantor Bupati setelah Bupati turut bergeser dari lokasi kegiatan.

Momen tersebut memperlihatkan suasana kebersamaan antara unsur pemerintah, TNI, Polri, tokoh pendiri daerah, dan tokoh masyarakat dalam peringatan hari jadi Kabupaten Bireuen.

Di balik kemeriahan peringatan HUT ke-27, tantangan sesungguhnya bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen masih terbentang luas.

Pemulihan fasilitas umum dan infrastruktur, penanganan dampak banjir, pemulihan aktivitas ekonomi, serta percepatan pelayanan kepada masyarakat membutuhkan langkah yang terukur dan berkelanjutan.

Masyarakat tentu berharap agar program pemerintah tidak hanya terlihat dalam kegiatan seremonial, tetapi juga hadir melalui jalan yang kembali layak, fasilitas publik yang berfungsi, aktivitas ekonomi yang pulih, serta pelayanan pemerintahan yang semakin cepat dan mudah diakses.

Bupati Mukhlis bersama Wakil Bupati Razuardi dan seluruh jajaran pemerintah daerah dituntut memastikan bahwa setiap program memiliki sasaran yang jelas, pelaksanaan yang terukur, dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat hingga ke tingkat gampong.

Dalam situasi pascabencana, keterbukaan informasi mengenai prioritas pembangunan, penggunaan anggaran, serta perkembangan pemulihan juga menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik.

HUT ke-27 Kabupaten Bireuen pada akhirnya bukan hanya tentang upacara, penghargaan, santunan anak yatim, ataupun hidangan Maulid. Lebih dari itu, peringatan ini merupakan momentum untuk mengevaluasi perjalanan daerah sekaligus mempertegas arah pembangunan ke depan.

Penghormatan terhadap pendiri daerah harus berjalan seiring dengan keberanian menjawab persoalan hari ini. Kepedulian sosial harus diikuti kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Sementara kebersamaan dalam perayaan harus diterjemahkan menjadi kerja kolaboratif untuk mempercepat pemulihan pascabanjir.

Bireuen membutuhkan pemerintahan yang hadir, responsif, transparan, dan mampu menuntaskan persoalan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.

Usia ke-27 harus menjadi titik pembuktian. Bukan sekadar seberapa meriah perayaan digelar, melainkan seberapa besar perubahan yang dapat dirasakan rakyat setelahnya.

Kini, harapan masyarakat tertuju pada langkah konkret Bupati Mukhlis dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk menjadikan momentum hari jadi ini sebagai awal penguatan pembangunan yang lebih merata, pemulihan yang lebih cepat, dan kesejahteraan yang semakin nyata.
Sebab, sejarah Bireuen tidak hanya ditentukan oleh siapa yang mendirikan dan memimpin daerah ini, tetapi juga oleh sejauh mana setiap generasi mampu menjaga amanah dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi rakyatnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini