LINTAS ATJEH | ACEH TIMUR - Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Timur, Tgk. Akly Zikrullah, mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk memprioritaskan pemulihan ekonomi masyarakat melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan sarana vital pascabencana banjir.
Menurut Tgk. Akly, pembangunan infrastruktur yang masif, terencana dan tepat sasaran menjadi salah satu kunci untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat Aceh Timur yang terdampak bencana.
“Ikhtiar Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam melakukan pembangunan infrastruktur di daerah ini patut diapresiasi. Infrastruktur yang baik akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi,” kata Tgk Akly dalam wawancara, Jum'at (02/10/2026).
Pria kelahiran Idi, Aceh Timur, itu mengatakan pemerintah daerah perlu memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur sekaligus pengembangan sektor-sektor ekonomi strategis.
“Itulah sebabnya kami warga NU meminta pemerintah agar lebih fokus memperhatikan infrastruktur dan perkembangan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kedaulatan pangan, terutama melalui pemulihan sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat Aceh Timur.
Tgk Akly berharap program-program unggulan Bupati Aceh Timur yang mengarah pada kemandirian ekonomi dapat diwujudkan secara konsisten dengan menggerakkan sektor-sektor strategis, termasuk pertanian dan sektor produktif masyarakat.
“Pemulihan pascabencana jangan hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus mampu menghidupkan kembali sumber-sumber ekonomi masyarakat. Kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi harus menjadi bagian penting dari agenda pemulihan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari kepedulian terhadap masyarakat terdampak, NU Aceh Timur melalui jaringan struktural hingga tingkat desa turut mendorong sejumlah langkah strategis dalam percepatan pemulihan pascabencana.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Pertama, percepatan hunian tetap dan fasilitas dasar. Pemerintah didorong segera mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para penyintas banjir agar masyarakat tidak terlalu lama bergantung pada hunian sementara.
Selain tempat tinggal, layanan dasar seperti air bersih, sanitasi, sekolah, fasilitas kesehatan, rumah sakit dan sarana ibadah juga dinilai perlu segera dipulihkan.
Kedua, rehabilitasi lahan produktif dan sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur didorong segera melakukan rehabilitasi lahan sawah dan lahan produktif masyarakat yang rusak akibat banjir.
Pemulihan lahan dinilai penting untuk mengembalikan sumber penghidupan masyarakat, menjaga keberlanjutan produksi pangan serta mencegah terjadinya alih fungsi lahan secara tidak terkendali.
Ketiga, penguatan sinergi dan efektivitas anggaran. NU Aceh Timur menilai seluruh unsur kemanusiaan, termasuk relawan NU Peduli, perlu bergerak secara terkoordinasi bersama pemerintah daerah agar penanganan pascabencana lebih efektif.
Di sisi lain, besarnya kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi harus diikuti dengan transparansi, akurasi data dan ketepatan sasaran sehingga pembangunan benar-benar menjangkau masyarakat dan wilayah yang paling membutuhkan.
Keempat, penetapan data dan lokus bencana yang akurat. NU Aceh Timur juga mendorong pemerintah daerah memastikan data wilayah terdampak banjir bandang dan longsor tersusun secara akurat, termasuk kawasan yang mengalami kerusakan ekologis.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat dasar intervensi pemerintah daerah sekaligus membuka peluang dukungan dan penanganan yang lebih maksimal dari pemerintah pusat.
Menurut Tgk. Akly, seluruh ikhtiar tersebut pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan, yakni memastikan masyarakat Aceh Timur dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas ekonomi setelah bencana.
“Pemulihan harus menyentuh kebutuhan dasar sekaligus memulihkan ekonomi masyarakat. Infrastruktur, pangan dan ekonomi harus berjalan beriringan agar Aceh Timur dapat bangkit lebih kuat setelah bencana,” pungkasnya.[*/Red]
