Mengaku Anggota Tipikor Polres Aceh Selatan, David Datangi Keuchik Kuta Baro

ACEH SELATAN - Indikasi penyimpangan anggaran pembangunan tapal batas gampong di Gampong Kuta Baro, Kecamatan Sawang, dikabarkan sudah membuat aparat Kepolisian Polres Aceh Selatan mencoba mendatangi desa setempat untuk mengecek kebenaran pemberitaan media online LintasAtjeh.com.

Hal tersebut diketahui, setelah LintasAtjeh.com dan Beritakini.com menyambangi kediaman Keuchik Gampong Kuta Baro, Kamis (16/02/2017) sore.


Keuchik Abdullah Gampong Kuta Baro, Kecamatan Sawang, mengatakan setelah pemberitaan ada dua orang Polisi yang datang untuk meminta RAB.

"Mereka mengaku dari Tipikor Polres Aceh Selatan atas nama David (Dapit) yang satunya tidak tahu. Maksud kedatangan mereka menanyakan dan meminta fotocopy RAB," ungkapnya.

Alasan kedatangan dari Tipikor, kata dia, mau mengecek ada kelebihan uang pembangunan. Bapak itu ingin mengecek RAB untuk keberanannya.

Namun sebelumnya, Tim Pemantau Kegiatan (TPK) bernama Sofyan, saat berada di lokasi pembangunan tapal batas mengatakan beberapa waktu lalu ada Polisi datang.

Namun berbeda dengan yang diungkapkan Keuchik Dollah, Polisi tersebut juga menanyakan soal proyek kecil yang dibesar-besarkan.

"Kenapa proyek begini dibesar-besarkan. Apa pak keuchik di gampong punya musuh," kutipnya menirukan orang yang mengaku sebagai anggota Reskrim/Tipikor Polres Aceh Selatan.

Ketika ditanyakan soal itu, Keuchik Dollah berkilah tidak tahu bahkan mendengar perkataan Polisi tersebut.

"Saya tidak tahu, mungkin waktu saya di belakang," bantahnya.


Saat Keuchik Dollah buang badan tentang pernyataan Sofyan, akhirnya Sofyan meralat yang diomongkan.

"Saya minta maaf, saya mohon jangan ditulis. Mungkin saya salah dengar. Maaf kami ini orang bodoh," demikian ujar Sofyan dengan raut wajah bingung.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan saat dihubungi melalui telepon tidak diangkat dan di SMS juga belum direspon.[Delfi]

Baca Juga