Semai Tanaman Padi, Danramil Kluet Utara Kendalikan Burung Secara Tradisional

ACEH SELATAN - Kodim Aceh Selatan melakukan pengerjaan perluasan cetak sawah baru yang tersebar di tujuh kecamatan yaitu Trumon, Bakongan, Bakongan Timur, Kota Bahagia, Kluet Selatan, Kluet Utara dan Labuhanhaji Barat. Hal ini dalam rangka meningkatkan swasembada pangan dan ketahanan pangan sehingga menjadikan negara Indonesia yang berdaulat pangan.

Untuk wilayah Kecamatan Kluet Utara, pengerjaan perluasan cetak sawah seluas 5 hektar sudah selesai dikerjakan. Kegiatan saat ini sedang dilakukan pengolahan tanah dengan membajak menggunakan hand traktor. Bahkan sebagian hamparan sudah ditanami bibit padi.

Hal tersebut disampaikan Danramil 06/Kluet Utara Kapten Arm Tajuddin kepada awak media yang berada di lokasi dan menyaksikan langsung kegiatan Danramil beserta anggotanya.

"Ini lahan yang awal mula semak belukar dan ditumbuhi pepohonan, sekarang ya seperti ini, sudah berbentuk sawah. Ada pematang dan saluran air, ini kita sendiri yang kerjakan," tunjuk Danramil ke lokasi cetak sawah baru Desa Alur Mas, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (18/10/2017), sembari memperlihatkan foto tahap awal pengerjaan kepada awak media.

Selain itu, Danramil juga menuturkan bahwa setiap hari sambil menunggu penanaman padi, Babinsa dan warga merapikan kembali pematang, saluran air dan hamparannya. Sekaligus mengendalika kawanan burung yang menyerbu penyemaian tanaman padi.

"Ada beberapa petak sawah sudah kita tanami bibit padi, semai tanaman padi itu harus kita jaga terus. Makanya Babinsa 24 jam di sini," tutur Kapten Tajuddin.

Tampak dari pantauan awak media, Danramil Kluet Utara Kapten Arm Tajuddin terjun langsung melakukan pengendalian burung secara tradisional. Ia mengusir burung burung yang menyerbu penyemaian bibit padi yang terlihat begitu hijau di beberapa petak sawah.

Kapten Arm Tajuddin menarik tali yang terhubung dengan kaleng bekas ditancap pada sawah. Bunyi kaleng tersebut akan mengusir sekawanan burung yang merapat ke padi. Bukan hanya itu, Danramil juga menyiapkan sebuah alat tradisional ketapel untuk mengusir burung.

"Semua ini dilakukan untuk memaksimalkan pencapaian hasil dalam program perluasan cetak sawah baru, nantinya akan diserahkan ke masyarakat pemilik lahan. Dengan harapan dapat dipergunakan dan dimanfaatkan untuk bercocok tanam dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," pungkasnya.[Red]

Baca Juga