Ketua FPII Aceh: Teror Masih Menghantui Wartawan!

BANDA ACEH - Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh, Ronny, menuntut penghentian teror terhadap salah seorang wartawan media online Reportase Aceh.com di Bireuen, diduga terkait pemberitaan soal pembangunan rumah dari dana aspirasi anggota DPRA.

"Stop teror terhadap wartawan di Aceh, Bireun termasuk daerah paling sering terjadi hal tidak menyenangkan terhadap jurnalis," kata Ronny, Selasa (06/02/2018).

Dia berharap, kasus yang menimpa wartawan media online Reportase Aceh.com, dapat diselesaikan dengan baik dan sebagaimana mestinya.

"Kontraktor jangan arogan, jangan busung dada mentang-mentang pegang uang dan seolah-olah semuanya bisa dia beli. Kan kalau bermasalah nanti jadi menyusahkan dirinya sendiri, juga pekerjaan yang harus dia selesaikan untuk masyarakat. Ya semoga masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik," ucap Ronny.

Ronny meminta semua pihak yang bersinggungan masalah dengan pegiat jurnalistik, agar menyelesaikan persoalannya melalui mekanisme yang berlaku.

"Kalau ada masalah dengan wartawan terkait pemberitaan mereka yang dirasa kurang tepat, kan bisa dihubungi pihak medianya dan diselesaikan dengan aturan yang ada. Kecuali ada penyimpangan berat," tegas Ronny.

Kemudian, Ronny kembali meminta aparat penegak hukum untuk meningkatkan perhatian dan perlindungannya terhadap jurnalis di Aceh.

" Wartawan, hasil kerjanya itu kan demi kepentingan publik, jadi penting bagi aparat hukum meningkatkan perlindungan para jurnalis dari teror pihak tertentu terkait pemberitaannya," sebut Ronny.

Namun diakhir keterangan persnya, dia meminta penegak hukum melakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan pada program aspirasi dewan tersebut.

"Ya coba diselidiki saja jika memang ada penyimpangan, kalau nggak ada, berarti kita dari media juga harus memberitakannya, jangan sampai rusak nama orang," tandasnya.

Ronny juga menghimbau insan pers di Aceh untuk lebih cermat dan berhati-hati melaksanakan tugasnya, agar dapat menyuplai informasi yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan ke publik.

"Rekan-rekan pers mesti lebih hati-hati, beritakan fakta saja, jangan asal-asalan. Dan terpenting itu menjaga keselamatannya dalam bekerja, hati-hati jangan sampai pula dikriminalisasi," pungkas Ronny menutup keterangannya.[*]

Baca Juga