LintasAtjeh.com Menginspirasi, Mengedukasi dan Mencerdaskan Generasi Anti Hoax.

Komunitas Relawan Independen Terus Cari Korban Gempa di Balaroa

PALU - Jumlah korban gempa bumi dan tsunami per 9 Oktober 2018 kemarin, berdasarkan rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat korban meninggal dunia 2.010 orang. Perinciannya 171 di Donggala, 1.601 di Palu, 222 di Sigi, 15 di Moutoung dan 1 orang di Pasang Kayu. 

Selain korban meninggal, gempa dan tsunami Palu Donggala juga menyebabkan 2.549 orang mengalami luka berat dan 8.130 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih terus bekerja mencari korban meninggal dunia akibat bencana gempa dan tsunami yang belum dievakuasi agar segera ditemukan.
Salah satu tim relawan kemanusiaan, Komunitas Relawan Independen (KRI) bersama TNI dan SAR terus mencari korban gempa dan tsunami di Balaroa Kecamatan Palu Barat, Sulteng.

"Sejak Senin (08/10/2018), kami terus mencari korban gempa dan tsunami di Balaroa," demikian kata Koordinator KRI, Nur Arif Romadhon, Sabtu (13/10/2018), melalui pesan whatsapp mesenger.

Nur Arif menjelaskan sejak kedatangan KRI di Palu tanggal 04 Oktober lalu, terus membantu melakukan evakuasi. "Kami datang 12 orang. Selama 2 hari terakhir, kegiatan evakuasi menemukan 6 jenazah di Perumnas Balaroa," ujar Nur Arief.

Untuk kegiatan lanjutan sampai hari ini, lanjut dia, KRI melakukan manajemen posko bersama TNI, dapur umum, medical care/pendampingan dokter dari TNI dan trauma heailing.
"Kemudian juga melakukan assesment data pengungsi, membuat mck serta mengkomunikasikan suplai air bersih untuk pengungsi dengan pihak Dinas PU," demikian tutup Nur Arief.[Red]

Baca Juga